Halaman

Menu

Home

Jumat, 20 Desember 2013

PINTU RINJANI, SEMBALUN 1156 MDPL

PINTU RINJANI, SEMBALUN 1156 MDPL

Pintu Rinjani, Sembalun 1156 MDPL
Sembalun dengan ketinggian 1156 M di atas permukaan laut
Sembalun menjadi pusat penghasil sayur-sayuran, buah-buahan
sembalun menawarkan keindahan wisata pegunungan
Sembalun dikelilingi oleh Gunung Rinjani, Gunung Telaga, Gunung Anak Dara, Gunung Anak Selong, dan Gunung Pergasingan
Selamat Datang di Pusuk
Selamat Datang di Pusuk
Sembalun merupakan salah satu Kecamatan di kabupaten Lombok Timur. Bagi para Pendaki Gunung Rinjani, Kecamatan sembalun begitu sangat familiar di telinga mereka. Sembalun menjadi salah satu jalur pendakian favorit bagi para pendaki Gunung Rinjani. Sembalun 1156 m dpl menjadi pintu Rinjani. ada beberapa alasan mengapa Sembalun menjadi jalur pendakian favorit. salah satunya adalah jalur pendakiannya tidak terlalu menanjak seperti jalur Senaru. jadi sangat disarankan bagi yang pemula sebaiknya menggunakan jalur Sembalun.
Pusuk
awan-awan menutupi pegunungan di Pusuk
pada saat bulan Desember s.d bulan Maret Pendakian ke Gunung Rinjani di tutup. so saya tidak akan membicarakan tentang Gunung Rinjani dan Bagaimana mendakinya. saya hanya akan membicarakan sembalun yang merupakan salah satu jalur favorit ke Gunung Rinjani.  setidaknya, saya akan memaparkan keindahan di sekitar Gunung Rinjani.
berpose di Pusuk
berpose di Pusuk
untuk mencapai ke Sembalun bisa menggunakan sepeda motor atau menggunakan mobil rent car. nah jangan Tanya-tanya ke saya transportasi publik ke Sembalun karena memang belum pernah mencoba juga. waktu yang dibutuhkan sekitar 4 s.d 5 jam dengan jalur darat. kalau lewat jalur sih bisa lebih. lebih cepat lagi kalau naik Helikopter sih.
Ardi dengan latar gunung kanji
Ardi dengan latar gunung kanji
sepanjang perjalanan dari Aikmel (kecamatan yang berbatasan dengan sembalun), Swela hingga ke Sembalun kita akan dimanjakan oleh sawah-sawah yang membentang luas. hutan-hutan alami di samping kanan kiri jalan. Sawah-sawah yang berderet rapi di Lereng-lereng bukit. Kera-kera yang berada dipinggir jalan mengharap belas kasih para pembela kasih. awan-awan langit berderet rapi yang hendak menyelimuti Sembalun yang penuh ketenangan. sembalun yang sejuk dan jauh dari kebisingan.
anak kera mau netek
anak kera mau netek
saat Tim Lombok Backpacker tiba di kawasan Pusuk (dalam bahasa sasak yang artinya Puncak). kami, tim Lombok Backpacker dimanjakan oleh Gunung-gunung yang diselimuti awan. Mungkinkah Gunung Propok dan Gunung Seribu, batinku. Lama-kelamaan awan itu semakin menutupi pegunungan itu. bahkan, awan itu sampai turun ke kaki-kaki kami. awan-awan itu pun pergi lagi. naik lagi. Gunung itu pun tak terlihat seutuhnya lagi. sisa-sisa awan masih menyelimutinya.
Bamboo Garden Sasak Village
Bamboo Garden Sasak Village
tempat pemberhentian Pusuk ini dimanfaatkan oleh penduduk sekitar dengan cara berjualan berbagai jenis makanan  dan minuman hangat. Kawasan puncak pusuk tak hanya mengundang warga sekitar tapi juga mengundang  para kerajaan kera. Kera-kera di sini tak seganas di Uluwatu, Bali yang suka mengambil barang-barang orang. bahkan, saya menyaksikan dari dekat anak kera yang ingin netek ke ibu kera. jadilah kawasan pusuk ini menjadi kawasan strategis bagi Pengunjung, Warga dan Kera.
Gunung Selong dengan latar persawahan
Gunung Selong dengan latar persawahan
dari Lokasi Pusuk dengan ketinggian 1200 MDPL ini, saya bisa melihat perkampungan Desa Sembalun yang berada di lembah Rinjani. orang-orang pegunungan biasanya terkenal dengan keramahannya. termasuk di pegunungan Sembalun ini. bahkan ada adegan disaat saya tidak sengaja menendang gelas-gelas di warung itu. wajah-wajah para pelanggan di warung itu langsung memandangku secara seksama.
Puncak Gunung Selong
Puncak Gunung Selong
ada perasaan tak enak dalam diriku. ku liat penjual itu masih menunjukkan keramahannya, tak memarahiku bahkan menempelengku. dari raut mukanya begitu menerima dan tak ada raut kejengkelan. ku hanya bisa bilang minta maaf berkali-kali. “ngak apa-apa mas, ya udah ngak apa-apa”, kata penjual kepada saya saat saya berusaha membayar makanan yang ku tendang. maaf ya buuu terima kasih, kataku sambil berlalu meninggalkan penjual ramah itu.
Gunung Selong dari Kampung Sembalun
Gunung Selong dari Kampung Sembalun
jadi bagi siapa saja yang ingin belajar arti kesabaran, keramahan, kesopanan. belajarlah kepada orang gunung. saya sudah membuktikan keramahannya.
ku liat langit semakin di penuhi awan-awan tebal yang bergulung-gulung. perkampungan Sembalun itu pun tak terlihat ditelan awan-awan pembawa hujan. gerimis pun turun membawa keberkahan sang langit. beberapa pengunjung berhamburan mencari tempat berteduh. tak terkecuali kera-kera itu. Rombonganku yang berjumlah 7 orang pun segera bergegas masuk ke dalam Mobil. Gerimis itu pun berganti hujan yang semakin deras. akibatnya jarak pandang pengemudi semakin dekat.
Gunung Pergasingan
Gunung Pergasingan
berjalan menyururi lembah-lembah sembalun. tak ada kampung hanya hutan-hutan lebat. terasa Gelap padahal masih siang. dari dalam kaca mobil ku liat gunung-gunung yang terlihat samar-samar di antara derasnya hujan. melewati perkampungan Sembalun Bumbung, hujan mulai mereda.  Gunung-gunung pun semakin jelas. jelas indahnya. seketika itu juga, Marlina Liem, salah satu teman kami yang berasal dari Jakarta menyuruh memberhentikan mobilnya. berhenti…..berhenti…. berhenti…yang lain pun ikut-ikutan teriak-teriak berhenti…..berhenti…berhenti.
Damn I Love Indonesia, LombokBackpacker
Damn I Love Indonesia, LombokBackpacker
Ku liat gunung tinggi gagah menjulang itu. cantik dan mempesona. mungkinkah Gunung ini adalah Gunung Kanji seperti yang ku baca di peta-peta, batinku.mungkin. tiba-tiba Langit penuh dengan uap air hendak menumpahkan airnya. tanpa aba-aba dan tanpa basa basi semua rombongan langsung membubarkan diri. ku jelajahi lagi perkampungan Sembalun Bumbung yang terlihat dari pusuk itu. lembah perkampungan Sembalun yang begitu asri diapit oleh bukit-bukit dan pegunungan-pegunungan. dibawah bukit-bukit itu rumah-rumah dibangun, homestay-homestay didirikan, kampung adat-kampung adat tertata rapi. ku liat masjid berdiri tepat di bawah perbukitan itu. sangat asri, tenang salatnya. wah masjidnya keren yach berada di bawah bukit, gumam salah seorang kawan Lombok Backpacker.
Haaaaaa Damn Love Indonesia
Haaaaaa Damn Love Indonesia
Lebatnya hujan dipadu dengan AC yang terus menyala mengakibatkan kaca-kaca mobil tertutup seperti kabut. beberapa kali saya dan kawan mengelap-ngelap kaca agar perkampungan tak terlalu tertutup. Mobil pun terus melaju dengan kecepatan sedang. Hujan yang lebat telah melenakan kami. sehingga kami lupa bahwa kampung Sembalun Bumbung tertinggal di belakang. Sembalun Bumbung menjauh, Sembalun Lawang mendekat. Mobil kami merapat ke salah satu warung makan. maklum perut kami keroncongan. jam menunjukkan 13.00. suasana Sembalun yang mendung membuat matahari terasa pulang lebih cepat dari biasanya.
Lembah-lembah Sembalun
Lembah-lembah Sembalun
Hujan mulai mereda. Mungkin Tuhan sengaja ingin memamerkan keindahan Sembalun di titik-titik  keindahannya. yaitu di Sembalun Lawang. Desa Sembalun Lawang di kelilingi Gunung Rinjani dan di sebelah Barat, Gunung Telaga di sebelah Barat Laut, Gunung Telaga di sebelah Selatan, Gunung Anak Dara dan Gunung Selong di sebelah Timur, Gunung Pergasingan di sebelah Utara. jadi lah perkampungan ini benar-benar asri. ini G. Pergasingan, disana Gunung Rinjani, G. Telaga, G. anak Dara, dan Gunung Anak Selong, kata salah satu warga kepada kami saat kami menanyakan gunung-gunung di sekitar Sembalun.
Kampung Adat Belek Sembalun
Kampung Adat Belek Sembalun
Gunung yang terdekat dan bisa dijangkau dengan mudah adalah Gunung Selong dan Gunung Pergasingan. kita pun berangkat menyusuri “Bambo Garden Sasak Village” menembus bambu-bambu-bambu yang ditanam rapi. bambu-bambu itu ditanam dengan pola membentuk lingkaran. Sembalun Lawang ingin berbenah diri untuk jadi desa wisata. bambu yang biasanya sekedar tumbuh. di sini disusun begitu rapi agar bisa menjadi tujuan wisata.
Menyusuri Jalan menuju
Menyusuri Jalan menuju
Melewati kebun Bambu, melewati “ranjau-ranjau kerbau”, melewati semak-semak. menembus puncak Gunung Selong. Dari Puncak Gunung Selong terlihat lah hamparan sawah-sawah yang menghijau, Gunung Pergasingan yang berdiri kokoh. kesiaanlah jika datang ke Sembalun Lawang tapi tak menaiki puncak Gunung Selong. Gunung pergasingan dengan segala pesonanya. dari puncak Gunung pergasingan juga lah, acara paralayang diadakan di waktu tertentu.
Ardi dan Echie datar Kampung adat
Ardi dan Echie datar Kampung adat
dari Gunung Selong ini, kami bisa menyaksikan komplek “Kampung adat sasak Belek” dengan latar Gunung Pergasingan. ku duduk di sini termenung melihat keindahan Desa Sembalun, menatap wajah-wajah para pendulang sawah-sawah. Mencari rezeki-rezeki yang tersembunyi di balik tanah-tanah Sembalun. Duduk termenung sambil berucap syukur “nikmat Tuhan mana yang kamu dustakan. Sembalun sejuta Pesona. Pintu Rinjani, Sembalun 1156 MDPL
Kampung Adat dengan Latar Gunung Pergasingan
Kampung Adat dengan Latar Gunung Pergasingan
@caderabdulpaker

Minggu, 08 Desember 2013

GILI KAPAL, PULAU SELUAS KAMAR TERUMBU KARANG SELUAS LAPANGAN

Pantai Gili Kapal
Pantai Gili Kapal
Gili Kapal memang hanya pulau yang hanya seluas kamar.
bahkan saat pasang pulau ini pun tertutup laut.
tapi Taman Lautnya begitu luas seluas lapangan sepakbola.
bahkan bisa lebih dengan aneka terumbu karang dengan segala jenis ikan. 
jangan liat dari Luasnya Pulau tapi explore lah keindahan bawah lautnya.
Cabbage Coral by Marlina (Lombok Backpacker)
Cabbage Coral by Marlina (Lombok Backpacker)
Cinta dalam Tim Lombok Backpacker
tempat Penyeberangan ke Gili Kapal dengan pemandangan langit yang indah
tempat Penyeberangan ke Gili Kapal dengan pemandangan langit yang indah
Cinta itu tidak butuh Pengorbanan. karena memang Cinta itu tak butuh pengorbanan.  Cinta itu hanya memberi bukan menerima. Cinta itu akan berbuah ketenangan dan kesenangan. tidak ada cinta yang menyakitkan karena cinta selalu memberikan kebahagiaan.
Alex Sloven and Wet
Alex Sloven and Wet
lalu yang menjadi pertanyaan kita adalah bagaimana cinta yang harus ditempuh melalui pengorbanan. bagi para pencinta itu bukanlah sebuah pengorbanan, tapi itu merupakan pohon cinta itu sendiri yang akan berbuah kebahagiaan. kadang, cinta juga tak butuh alasan. jadi, jika seseorang sudah mencinta, maka pengorbanan itu tak akan terasa seperti pengorbanan. itulah buah cinta… ihirrrrrr….caderabdulpacker lagi kumat ne lagi bahas cinta-cintaan. ngak apa-apalah sesekali bahas cinta di Tim Lombok Backpacker, kan ngak ada yang larang. hehe. di Tim Lombok Backpacker sudah banyak timbul cinta loh.
Welcome to Gili Kapal
Welcome to Gili Kapal
ada yang cinta perjalanan tapi tak terlalu memperhatikan destinasinya. ada yang cinta destinasi tanpa tau proses perjalanannya.  nah Tim Lombok Bacpacker salah satu yang suka dua-duanya. halah apa pula ini. berikut perjalanan kami dengan berbagai versi cinta.
Sang Saka Merah Putih
Sang Saka Merah Putih
Mau ikut ke Gili Bidara?kata Mbak Wet kepada saya. Yaa tuh cader kan pengin tau jembatan Gili Bidara, kata Iyus ke mbak Wet. saya hanya menjawab dengan setengah keyakinan.  Boleh, kataku. maklum, bukannya ngak mau tapi karena saya sudah mengunjungi Gili Kapal dan pulau-pulau kecil lain yang ada di Selat Alas Lombok Timur itu. so, pasti ketika kunjungan yang kedua tidak terlalu surprise. Ajakan itu bermula saat Tim Lombok Backpacker mengunjungi salah satu teman Lombok Backpacker yang sakit, Fitri Agustina.
Selamat datang Di Gili Kapal
Selamat datang Di Gili Kapal
Kita kesana bersama dengan bule. ntar yang nanggung sewa mobilnya si bule, kata mbak Wet kepada teman-teman Lombok Backpacker. waktu yang disepakati pun sudah tiba. kami pun berkumpul di Hotel Viktor Mataram pukul 08.00. saya langsung diperkenalkan dengan Bule yang bernama Alex Sloven. asalnya dari Negara Slovenia, Negara pecahan Yugoslavia. Alex Sloven ditemani oleh Teman Indonesianya yang juga backpacker, mbak Marlina, asli jakarta.
Mari Jump-shoot di Gili Kapal
Mari Jump-shoot di Gili Kapal
saya pun ngobrol-ngobrol dengan Alex Sloven. ternyata dia adalah seorang Currency Trader di Slovenia. masakan Indonesia yang paling dia suka adalah nasi goreng. tepat pada pukul 8.30 Wita kami berangkat menuju Lombok Timur. perlu waktu 2.5 jam untuk nyampe di lokasi penyeberangan di Lombok Timur. yang menjadi tujuan pertama kami adalah Gili Kapal.
Tita, Wet dan Alex Sloven
Tita, Wet dan Alex Sloven
Gili Kapal
Tita dan Alex
Tita dan Alex
saat hendak mau naik perahu kami tim rombongan Lombok Backpacker dikagetkan oleh aksi Alex yang menaruh kardus yang berisi stok makanan dan minuman di atas bahunya. kardus itupun dibawanya hingga ke atas perahu. akh bule ini bener-bener gila, batinku. jadilah aksinya mengundang kawan-kawan lombok Backpacker untuk mengabadikannya. ku liat aksinya ini begitu spontan dan alami. bukan pencitraan.hahaha
ihirrr....mesranya...Mbak Tita dan Alex.
ihirrr....mesranya...Mbak Tita dan Alex.
saat semua sudah di atas perahu.langit  dengan formasi awan-awan itu memperindah suasana perjalanan. kericuhan muncul. satu persatu minta difoto dengan latar langit. tak hanya satu, bahkan semuanya ikut berkumpul di ujung perahu. rasa-rasanya ujung perahu tak mampu menampung 8 orang. ujung satu terisi 8 penumpang. ujung satunya lagi terisi 1 orang, Pak Jefri sang pengemudi. Tak cukup di situ sesi foto barengnya. sesi foto berlanjut dengan Alex Slovenia bersama Tita. akh mesranya… setelah itu si Alex yang kita kerjain. kita-kita suruh dia yang moto-moto kita. kan jarang-jarang kita bisa nyuruh-nyuruh bule moto.
Mbak Rahma dan Alex
Mbak Rahma dan Alex
perjalanan pun berlanjut. saya masih mengagumi keindahan formasi awan-awan langit yang begitu ciamik.  eh saya mau difoto lagi di sini, kata Mbak Wet kepada saya. eh tau-tau si Alek Sloven nongol lagi dengan gaya seperti Mbak Wet. ku liat raut muka Mbak Wet terlihat agak kesal dengan aksi bule yang ikut foto bersamanya.
Air Lautnya begitu menggoda untuk nyebur
Air Lautnya begitu menggoda untuk nyebur
wah hasilnya bagus loh, serasi. keren dah pokoknya, kataku. akhirnya, senyum-senyum malu itu keluar dari bibirnya Mbak Wet. dia pun buru-buru ingin melihat hasilnya. ayo saya difoto lagi tanpa tuh bule, pintanya. Oke, kataku.. baru kali ini saya melihat bule yang low profile plus narsis. si Alex benar-benar kocak haha. kami pun ngobrol bareng dengan backsound suara ombak dan mesin perahu.
Mari Nyebur...
Mari Nyebur...
perahu kami pun mulai melambat saat pulau kecil mungil itu sudah mendekat. pulau mungil yang berada di tengah-tengah laut nampak begitu ekotis. pulau ini tambah eksotis dengan warna gradasi air laut. saat kami hendak turun, ku liat seekor burung yang siap-siap terbang dari pulau kecil yang bernama Gili Kapal. akhirnya semua penumpang turun semua. kecuali saya.
Mbak Marlina posedulu sebelum nyebur
Mbak Marlina posedulu sebelum nyebur
saya bertugas untuk memotret aksi mereka saat mereka melakukan aksi jump-shoot di atas pulau yang berukuran 3 M2. ku liat awan-awan di langit nampak begitu indah. tak ingin kehilangan moment yang indah dengan warna air laut yang begitu menawan. saya pun didaulat fotografer dadakan. tiba-tiba si Alex melakukan aksi gaya renang sepatu roda. tangannya bergerak seperti memutar roda. tubuhnya bergaya jongkok. kami yang menyaksikan hanya terpingkal-pingkal melihatnya. kami semua heran dengan semua aksinya.
Mari..Snorkling Time
Mari..Snorkling Time
tak cukup di situ. saat hendak moto mbak Wet, eh tau-tau si Alek Sloven mendekat. dia pun bergaya tungkurep. saat hendak pose lain, eh si Alek pun ngambil posisi lain lagi. ku hanya tertawa melihat kelakukan si Alex Sloven ini. begitu juga dengan mbak tita. saat mbak Tita difoto dia malah berada di sampingnya. kemudian lebih mendekat. trus mendekat. bahkan sangat dekat. sampai akhirnya dengan gaya sandaran.. ihirr….saya ibarat motret orang yang sedang memadu kasih. begitu lah kelakukan si Alex Sloven. hampir semuanya teman-teman yang foto, pasti ada si Alex di sekitarnya.
awas tuh terumbu karangnya jangan sampai kena injak
awas tuh terumbu karangnya jangan sampai kena injak
Snorkling Time.
Ikan Badut/Nemo
Ikan Badut/Nemo by Marlina
setelah puas melakukan sesi foto, kami semua pun siap melakukan inti perjalanan yaitu snorklingggg.. ayuk kita nyeburr…. kebetulan yang punya kamera underwater adalah Mbak wet dan Mbak Marlina.
Ikan Badut sembunyi
Ikan Badut sembunyi by Marlina
saya hanya penikmat…. bukan, saya bukan penikmat. saya masih gemeteran. la wong snorkling aja masih pake pelampung. gimana mau motret keindahan taman-taman laut.
Nemo Hitam
Nemo Hitam by Marlina
saat udah nyeburr.. saya hanya dimanjakan indahnya taman-taman laut. Taman-taman laut hanya berjarak  50 cm dari permukaan laut kawan. salah satu taman laut itu yang cukup unik adalah karang kubis. karena bentuknya seperti sayur kubis.
Karang ini 30 cm dari Permukaan by Marlina
Karang ini 30 cm dari Permukaan by Marlina
ku namain aja karang kubis. karang kubis lumayan cukup luas. ikan-ikan kecil yang beraneka jenis dan warna berenang disekitar taman-taman laut. bahkan ikan-ikan itu kadang mendekat kadang menjauh.
Cabbage Coral by Marlina (Lombok Backpacker)
Cabbage Coral by Marlina (Lombok Backpacker)
anda tahu film yang Finding Nemo. dalam cerita itu kehidupan ikan hias laut seperti ikan Badut/Clownfish/Ikan Giru benar-benar digambarkan sangat menarik. saya melihat ikan Nemo-ikan Nemo yang berwarna Jingga, kuning atau hitam. ikan badut ini suka memakan aneka sisa makanan yang menempel pada tubuh anemon.
Karang-Karang Gili Kapal by Marlina (Lombok Backpacker)
Karang-Karang Gili Kapal by Marlina (Lombok Backpacker)
nah si anemon pun suka melindungi si ikan Badut. saat saya berusaha mendekatinya, dia mencoba bersembunyi dibalik anemon-anemon laut. mau tau tentang keindahan bawah laut yang lain atau ingin tahu kegilaan si Alex Sloven. tunggu di tulisan selanjutnya yach. @caderabdulpaker. 
Terumbu Karang by Marlina
Terumbu Karang by Marlina
the Coral by Marlina
the Coral by Marlina

MENJELAJAHI TAMAN LAUT GILI BIDARA, GILI PETAGAN, DAN GILI KONDO

MENJELAJAHI TAMAN LAUT GILI BIDARA, GILI PETAGAN, DAN GILI KONDO

Port of Gili Bidara
Port of Gili Bidara
Hampir satu jam kami snorkling di Gili Kapal. ku liat Langit sekitar Gili Kapal yang diselimuti awan-awan. Gunung Rinjani yang nampak dari kejauhan juga ditutupi awan. Spot snorkling akan beralhih ke Gili Bidara. satu per satu Lombok Backpacker naik ke atas perahu. semuanya sudah naik ke perahu kecuali Mbak Wet dan Marlina yang masih sibuk memotret terumbu karang.
Runway of Gili Bidara
Runway of Gili Bidara
saat semua rombongan sudah berada di atas perahu, kami pun langsung berangkat ke Spot Snorkling selanjutnya yang tak jauh dari Gili Kapal. dari atas Perahu saya melihat Gili Kapal itu kecil terus mengecil sampai Gili Kapal tak terlihat lagi. saya hanya melihat garis pembatas laut di sekitar Gili kapal. sebelah kiri berwarna Hijau Muda,  yang sebelah kanan berwarna biru toscha. lama Kelamaan, Gili Kapal ditelan Tenangnya Selat Alas.
Hiakkkkkkk
Hiakkkkkkk
Gili Kapal tenggelam, Pulau lain yang lebih besar muncul di depan mata. Gili Bidara. Ku liat matahari masih malu menampakkan cahayanya. Tiang-tiang pancang berdiri kokoh. sepertinya Tiang Pancang itu untuk rencana pelabuhan di Gili Bidara. tak ada pekerja. hanya tenda-tenda sebagai pelindung panas.
I am free
I am free
Gili Bidara ini merupakan yang satu-satunya pulau yang berpenghuni yang berada di selat Alas. orang yang tinggal di sini kebanyakan berprofesi petani sekaligus nelayan. saya pernah mengupas tentang Gili Bidara yang menjadi satu-satunya pulau yang bisa menghasilkan pertanian. Klik sini
Alex menggendong Tita
Alex menggendong Tita
saat perahu sudah bersandar di Pantai Gili Bidara, beberapa rombongan langsung berteduh sambil menyantap bekal makanan yang sudah kami bawa. sebagian yang lain langsung foto-foto dengan latar belakang tiang-tiang pancang. Matahari sesekali muncul menyengat kulit kami yang memang hitam. berpose dibawah teriknya matahari. berpose sesuai dengan gayanya masing-masing. setelah  berpose satu-satu kami pun berpose ramai-ramai dengan gaya bebas.
Halo Tita, Halo Alex
Halo Tita, Halo Alex
tiba-tiba saya dikagetkan oleh tingkah laku Alex Sloven yang langsung mengangkat tubuh Mbak Tita. dalam sekejap Tubuh Tita nah nongkrong di Pundak si Alex Sloven. the Romantic Pose of this day.  Tak Cukup berpose Romantis. Alex Sloven berpose Layaknya three masketerr dengan para cowok. Alex benar-benar kocak orangnya. tak seperti bule pada umumnya. coba liat aksinya saat mengangkat kardus ke atas perahu. di satu pihak dia orangnya menyenangkan, di lain pihak dia mulai “menjengkelkan”.
three maskketers
three maskketers
menjengkelkan karena sering mengganggu teman yang ingin pose sendirian. eh tiba-tiba dia sudah berada di dekatnya.  dengan berbagai aksinya itu Alex termasuk salah satu rombongan yang paling  aktratif, agak narsis dan menyenangkan sekaligus “menjengkelkan”.
Pantai Gili Bidara
Pantai Gili Bidara
saat yang lain sibuk berpose foto, si Jefri sibuk melampiaskan rasa cintanya kepada sang Pencipta. Shalat. Shalat tidak perlu harus di tempat beribadah ataupun di rumah. bukankah alam semesta ini juga merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. tak semestinya kita lalai menunda-nunda ibadah. dia tak segan untuk menghamparkan alas kemudian shalat di atas pasir untuk memuji sang Pencipta. memuji kepada Tuhan yang menciptakan laut Indah, terumbu karang-terumbu karang yang beraneka jenis dan warna, Ikan-ikan Laut dengan berbagai jenis, warna dan ukuran. semuanya itu menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Pencipta.
memuji sang pencipta
Memuji sang Pencipta
Tak afdol rasanya hanya menikmati keindahan-keindahan Pasir dan lautnya. coba lah melihat terumbu karang-terumbu karang dengan berbagai jenisnya. cobalah snorkling di sisi kanan Tiang-tiang pancang Gili Bidara.  Terumbu karang-terumbu karang yang indah akan tersaji di sini. Terumbu karang kebanyakan didominasi oleh soft coral. Ikan-ikan dari berbagai Jenis, Warna dan Ukuran. Ikan-ikan di Sisi Kanan relatif lebih besar dan lebih banyak.
Karang Meja Gili Bidara
Karang Meja Gili Bidara by Marlina
Tak Puas dengan Sisi Kanan, beralihlah ke bagian Kiri yang menawarkan pesona terumbu karang yang lain. Terumbu karang-terumbu karang di sisi kiri memang lebih bagus dan lebih eksotis. kelebihan di sisi Kiri Pantai adalah Ikan-ikannya yang jauh banyak. kelebihan di sisi kiri adalah terumbu karangnya.
Cantiknya Karang Meja
Cantiknya Karang Meja by Marlina
seperti karang Meja yang berjejer rapi laksana permadani yang berundak-undak. karang meja ini berada di antara sisi. sisi pantai yang dangkal dengan sisi laut dalam yang gelap dan berbentuk tebing. laut dalam yang gelap terlihat seperti angker tak berpenghuni. tak berani saya snorkling di atasnya. Anemon-anemon laut dan Ikan Nemo yang berada tak jauh dari karang meja.
Ardi melakukan free diving
Ardi melakukan free diving by Wet
saat saya melewati karang-karang meja yang berjajar dan tersusun rapi, saya dikagetkan oleh Ikan mati di atas terumbu karang. kepalanya seperti ayam sehabis disembelih. tengkleng. warnanya sangat mencolok. kuning. ku makin mendekat, dia pun tak juga bergerak. ku perhatikan lebih detail. aku langsung teringat Ikan terganas Piranha yang berada di sungai Amazon.
Ikan Buntal by Wet
Ikan Buntal by Wet
kepalanya mirip, batinku. ikan berwarna mencolok ini pura-pura mati untuk mengelabui sang korban, batinku. kaburrrrrrr…ku hanya ingin kabur dengan cara berenang yang tidak melakukan banyak gerakan. saya takut tiba-tiba dia menyerang dari belakang. dag dig dug. Ku toleh ke belakang tak ada ikan itu yang menyusul saya kemudian menggigit kaki saya. alhamdulillah.
Ikan Tentara. by Marlina
Ikan Tentara . by Marlina
Mbak Wet pun berhasil moto ikan Buntal ini. saya tahu nama ikan baru belakangan setelah ngobrol dengan Mas Iyus yang memang lebih tahu dunia bawah air. Ikan ini termasuk jenis ikan yang beracun. jenis ikan tidak bisa dimakan begitu saja. perlu di olah sedemikian rupa agar ikan buntal ini bisa dimakan. Restoran-restoran Jepang biasanya ada yang menjual ikan-ikan buntal ini.
Karang apa ya namanya
Karang apa ya namanya by Wet
lebih dari satu jam kami snorkling di Gili Bidara. menikmati sajian terumbu karang-terumbu karang dengan berbagai jenis. ikan-ikan dengan beranika rupa dan warna. tak puas menikmati berbagai jenis terumbu karang di Gili Bidara. kami pun hendak mencari Spot lain, Gili Petagan. dalam perjalanan menuju Gili Petagan, saya mencoba bertanya tentang keindahan taman laut di Gili Kapal dan Gili Bidara kepada alex. what do you think about the coral and fish. where is the better Gili Kapal or Gili Bidara, kataku pada si Alex. I Think Gili Bidara is better than Gili Kapal becausevery much of fishes here in Gili Bidara.
Terumbu Karang Gili Petagan by Marlina
Terumbu Karang Bidara by Marlina
Ayo kita ke Gili Petagan, di sana lebih banyak ikan Nemonya, kata Mbak bersemangat memecahkan keheningan di atas perahu.  Gili Petagan bukan lah pulau pada umumnya. Pulau ini hanya kumpulan tanaman bakau yang ditanam di tengah-tengah laut oleh Tentara Jepang pada masa pra kemerdekaan. hanya 10 menit perjalanan dari Gili Bidara ke Gili  Petagan.  Mau tau seperti apa Tanaman bakau-bakau yang ditanam oleh tentara jepang silahkan klik
Karang Bunga Kol by Marlina
Karang Bunga Kol petagan by Marlina

Pak Jefry, spot mana yang banyak ikan Nemonya, teriakan mbak Wet kepada Guide sekaligus Pemilik Perahu. di sana mbak Wet, balas teriakan pak Jefry sambil menunjukkan Spot-spot yang di maksud. mendengar itu Mbak Wet langsung nyebur begitu saja. saya, Jefry,  Ardi, Marlina, Rahma, dan Tita langsung menyusul snorkling. Alex Sloven dan Echi tidak ikut turun snorkling.
Ikan Kambing
Ikan Kambing Petagan by Marlina
Ayo ke sini, di sini banyak Nemo, Kata Mbak yang memecahkan keheningan di tengah laut Selat Alas.  Arus ombak yang lumayan kuat memaksa saya dan kawan-kawan untuk menembus arus laut. perjuangan melawan arus tak begitu terasa karena kita akan dimanjakan terumbu karang- terumbu karang yang indah, ikan-ikan kecil yang lucu dan beraneka warna. Bulu Babi yang berwarna hitam banyak kami jumpai di Gili Petagan. di antara keempat Gili lainnya di Selat Alas. Gili Petagan menjadi habitat Bulu Babi.
Coba Perhatikan Kepala Ikan. mirip kambing kan?. by Marlina
Coba Perhatikan Kepala Ikan. mirip kambing kan?. by Marlina
akhirnya perjuangan kami terbayarkan oleh Anemon-anemon cantik yang bertengger di Batu Karang yang lumayan besar. Ikan Nemo berenang dan bersembunyi di balik Anemon-anemon yang cantik. Tak hanya Ikan-ikan cantik dan lucu yang bisa kami saksikan di Gili Petagan ini. bahkan ikan-ikan aneh seperti Ikan kambing benar-benar ada di Gili Petagan.
Ikan Nemo Petagan by Wet
Petagan. Ikan Nemo yang bersembunyi dibalik Anemon by Wet
Ikan Kambing ini bentuknya benar-benar mirip Kepala kambing. ku namain Ikan Kambing karena kepalanya benar-benar seperti kepala kambing itu. ntar kalau ada yang tahu jenis dan nama ikannya. saya ganti ke yang bener deh. ikan Kambing ini berukuran kecil dengan warna dominan coklat bercampur putih. tinggalnya berada di terumbu karang. tepatnya diapit oleh terumbu karang. Gili Petagan, Wonderfull, Beautifull.
Tetangga Ikan Nemo by Wet
Tetangga Ikan Nemo by Wet
rasa-rasanya mengelilingi Spot Snorkling di sisi Gili Petagan ini tak akan selesai dalam sehari. tapi kami dikejar waktu. Tim Lombok Backpacker masih harus mengunjungi spot snorkling terakhir di Gili Kondo. ku liat jam sudah menunjukkan pukul 03.15. kami harus segera KeGili Kondo. saat semua tim rombongan Lombok Backpacker sudah berada di atas perahu. Pak Jefry langsung mengarahkan perahunya ke Gili kondo. hanya butuh waktu 15 menit, perahu kami sudah merapat di Pantai Gili Kondo.
Nemo-nemo yang cantik by Wet
Nemo-nemo yang cantik by Wet
Langit-langit Gili Kondo sepenuhnya berawan. Gili Kondo sudah menjadi magnet tersendiri. ku liat beberapa wisatawan yang datang ke Gili Kondo. Gili Kondo memang lebih terkenal dan dikenal oleh beberapa wisatawan. sayang, Gili Kondo sekarang sudah tak terawat lagi. Pihak Swasta, PT Perama sudah tak mau memperpanjang lagi kepada Pemerintah Daerah setempat untuk mengelola Gili Kondo. saya sudah mengunjungi Gili Kondo kedua kalinya yang pertama pada tanggal 15 juni 2013. waktu itu, Gili Kondo benar-benar terawat, Restoran-restoran tersedia, penginapan-penginapan terjaga.
Nemo bersembunyi dibalik anemon
Nemo dan anemon bersimbiosis mutualisme by Wet
sekarang, Gili Kondo benar-benar tak berpenghuni, tak terawat, Restoran-restoran laksana onggokan bangunan-bangunan angker. sangat beda dengan Gili Kondo saat pertama kali ku kunjungi yang terkesan lebih waaaaah. kembalikan Gili Kondo ke Swasta saja, batinku dalam hati. setidaknya agar Gili Kondo lebih terurus dan terjaga.
Aksi Mbak Wet saat moto Ikan Nemo
Aksi Mbak Wet saat moto Ikan Nemo by Marlina
Ikan-ikan Nemo yang bersembunyi
Ikan-ikan Nemo yang bersembunyi by Wet

Tujuan Tim Lombok Backpacker adalah snorkling ampe puas, ampe klimax, ampe menggelinjang, ampe kapok. tak perlu nunggu lama. setelah pose di depan Gili kondo. semuanya langsung nyebur kecuali Alex dan Echi. karena Echi mabuk laut dan muntah-muntah, dia tak ikut acara snorkling bareng.
Indahnya Terumbu Karang Petagan
Indahnya Terumbu Karang Petagan by Marlina
Terumbu Karang yang tepat berada di Halaman restoran Gili Kondo masih dalam tahap pengembangan. Pihak Pengelola yang lama,Perama berusaha untuk menjaga dan melestarikan Terumbu Karang Gili Kondo. ku semakin enjoy snorkling di Gili Kondo. mengikuti arus-arus yang membawa saya.
Terumbu Karang di Gili Kondo by Marlina
Terumbu Karang di Gili Kondo by Marlina
Langit semakin Gelap diliputi awan-awan pembawa uap air, Matahari masih enggan muncul setidaknya agak menyinari laut Gili Kondo agar terumbu karang semakin eksotis. saya semakin enjoy menikmati terumbu karang dan ikan-ikan di Gili Kondo. tak terasa arus itu menjauhkan saya dari pantai. sedangkan teman-teman Lombok Backpacker hampir semuanya sudah naik kecuali saya dan Marlina. saya pun berusaha melawan arus itu. usahaku sia-sia. mungkin ku capek seharian snorkling, batinku. arus itu benar-benar tak  bisa ku taklukkan. ku diam. tubuhku makin terbawa arus menjauhi pantai.
proses Pelestarian Terumbu Karang di Gili Kondo
Pelestarian Terumbu Karang di Gili Kondo
Mbak, saya sudah ngak kuat, kata ku ke Mbak Marlina. “Ya saya sudah tidak kuat juga melawan arus, saya juga tidak pakai Fins, Panggil aja si Jefry agar perahunya dibawa ke sini”, katanya pada saya. akhirnya saya berusaha berteriak memberitahu kawan-kawan agar perahu itu dibawa ke sini. Mbakkkkkk, suruuuuh pak Jefryyyyyyy agar Perahunyaaa dibawa ke sini, teriakku sambil memperagakan menggunakan tangan. kawanku bukannya memberitahu pak Jefry agar bawa perahunya. mereka malah datang ingin menyelamatkan kami berdua.
Mejeng sehabis Snorkling di Gili Kondo
Mejeng sehabis Snorkling di Gili Kondo
Mbak Rahma dan Jefry langsung turun menyelamatkan saya dan Mbak Marlina. bukan perkara mudah untuk kembali ke pantainya. ada dua rintangan yang harus dihadapi. Pertama menaklukkan arus dan yang kedua adalah menaklukkan ubur-ubur yang menggerayangi badan. Rintangan yang pertama berhasil kutaklukkan. dan yang kedua adalah ubur-ubur yang tak bisa ku taklukkan. akhirnya, bentol lah semua badan-badan saya.
alhamdulillah setelah nyampe di pantai.saya langsung terkapar. tidur di atas pasir. saya langsung dipotret bak artis kesorean. tragedi penyelamatan oleh Tim Rescue Lompok Backpacker.benar-benar snorkling ampe kapok puas ampe ngak berkutik. ngak berkutik karena terbawa arus di Gili Kondo yang lumayan kuat.
By by Gili Kondo
By by Gili Kondo
ini lah momen-momen terakhir untuk liburan weekend kali ini. waktunya narsis dan menjalankan ritual sebelum meninggalkan Gili Kondo. mengabadikan moment indah jauhhhh dibawah kaki Gunung Rinjani. Gunung Rinjani masih malu-malu. saya pengin camping di Kondo. ingin motret Mentari terbit dengan latar Gunung Rinjani. ayo kawan Lombok Backpacker kapan kita camping di sini. udah udah waktunya pulang. tepat pukul 04.30, kami tim rombongan Lombok Bacpacker meninggalkan Gili Kondo dengan lambaian tangan perpisahan.
On the way to Lombok Island
On the way to Lombok Island
nah bagi kawan yang pengin trip ke empat Gili di Selat Alas. Nih Tipsnya
  1. Dari Mataram ke Lokasi Penyeberangan Padakguar bisa menggunakan transportasi umum jurusan sumbawa. ntar minta turun aja di pertigaaan ke arah Sembalun. trus naik ojek minta turun di Padakguar. atau juga bisa sewa mobil. cari jurusan sembalun ya.. waktu tempuh mataram Padakguar kira-kira 2.5 jam
  2. Lokasi penyeberangan agak tersembunyi sih..masuk di kawasan komplek TNI AL.
  3. dari Padakguar sewa perahu seharga 300.000. itu belum termasuk sewa snorklingnya. oh ya 300.000 untuk tour keliling ke 4 Gili ampe menggelinjang kepuasan. nama empat Gili itu Gili Kapal, Gili Bidara, Gili petagan, dan Gili Kondo.
  4. sebaiknya membawa bekal untuk persiapan kalau kita kelaparan. maklum di Gili-gili tak ada yang jual makanan. so siapkan bekal makanan. kecuali mau survival dengan spearfishing.
Quate of the day : Jangan  Menunggu kaya untuk berlibur ke Lombok, Berliburlah ke Lombok niscaya kau akan merasa kaya.
@caderabdulpaker