Halaman

Menu

Home

Sabtu, 07 Desember 2013

Snorkling, eh nemu Penyu cantik di Gili Meno

Snorkling Nemu Penyu
Karang-karang Meja yang cantik-cantik
Snorkling dikejar-kejar ubur-ubur laut
nemu banyak ikan di Gili Trawangan
Kapal Pesiar cantik melipir di Gili Air yang cantik
Kapal Pesiar cantik melipir di Gili Air yang cantik  saat suasana mendung
Snorkling… Snorkling….snorkling..itu yang terpikirkan saat hendak mau snorkeling di Gili Air, Lombok Utara. tiba-tiba gerimis yang tak diundang pun datang. “ayo”,  kata Andri melalui pesan BBM ke saya. Andri  mengirim pesan lagi “Gerimis”, “semakin deras”. “ya semakin deras, batalkan saja ntar kalau hujan”, kataku kepada Andri. ku liat Gerimis itu makin lama semakin hilang tapi awan-awan itu masih menutupi langit-langit di kawasan Lombok.  jadi lah kita putuskan untuk berangkat ke Gili Air menggunakan sepeda motor.
kapal pesiar dari depan
kapal pesiar dari depan
Rombongan saya kali ini hanya bertiga, saya, Andri, dan Ilul. hanya butuh kurang 1 jam ke Lokasi Penyeberangan Bangsal. tiket penyeberangan ke Gili Air hanya Rp10.000,00 dengan menggunakan public boat. Publik boat ini benar-benar publik boat. mulai dari wisatawaan, penjual sayur, ibu-ibu rumah tangga tumplek-plek di publik boat ini. nah waktu penyeberangannya pun ke Gili Air hanya 30 menit.
Langit yang mendung di Langit Lombok
Langit yang mendung di Langit Lombok
saat tiba di Gili Air, kami langsung clingak-clinguk mencari spot snorkeling yang bagus. karena ngak dapat yang sreg, diputuskanlah kalau kita akan Tour Snorkling ke 3 yaitu Gili Air, Gili Meno dan Gili Air, dan Gili Trawangan. eh ternyata, Publik boat untuk yang tour ke tiga Gili dah berangkat. terpaksa dah kita sewa perahu Glass Bottom Boat seharga @500.000 untuk tiga orang. ini sudah termasuk penyewaan alat snorkeling dan tetek bengeknya snorkling. kami ditemani oleh dua orang, satu kapten dan yang satu lagi adalah pemandu kami alias yang menemani snorkeling. namanya Adi.
Bar-bar berbaris rapi di Gili Air
Bar-bar berbaris rapi di Gili Air
suasana langit yang berawan dengan sedikit gerimis tak menyurutkan kami bertiga untuk snorkeling ria. Tujuan kami yang pertama adalah Gili Meno. langit yang tak begitu cerah tetap tidak bisa menyembunyikan indahnya pasir putih yang mengelilingi Gili Air.
setelah kami melewati Gili Air, kami langsung disambut dengan indahnya Gili Meno. Gili Meno emang benar-benar cantik. dari jauh pun kecantikannya pun tak memudar. bahkan mendung pun semakin menambah ketenangan dan keromantisan Gili Meno dengan perahu jenis “Glass Bottom Boat” yang kami naiki.
Gugusan gunung rinjani
Gugusan gunung rinjani
saat perahu yang kami tumpangi tiba di Lokasi Diving-Spot at Gili Meno, sang kapten memperlambat laju perahunya. di lokasi diving spot ini, Ombaknya lumayan gede sehingga tidak cocoknya untuk snorkling. lokasinya tepat di ujung selatan Gili Meno. kami bisa menyaksikan keindahan-keindahan Gili Meno dari sisi lain. Terumbu karang-terumbu karang indah benar-benar tersaji di perairan Gili Meno. karang-karang yang indah benar-benar jelas terlihat dari atas perahu. saya hanya termenung tak berkedip melihat keindahannya.
Jalan berpasir di Gili Air
Andri dan Ilul Jalan berpasir di Gili Air
Terumbu karang-terumbu karang itu semakin memanjakan mata saya yang tepat berada di atasnya. ajibbbb…..saya langsung berteriak…..”iiiih terumbu karangnya keren-keren”. karang mejanya indah..besar seperti meja makan , berjejer-jejer laksana meja makan prasmanan.
warnanya bermacam-macam. warna yang paling mencolok adalah warna-warna ngejreng seperti warna kuning dan Hijau. aku hanya bisa merekam semuanya dalam otak saya. tak satupun nyangkut di kamera saya.
Penyu berenang di perairan Gili Meno
Penyu berenang di perairan Gili Meno by @andrants
sebelumnya, saya pernah  mengulas tentang keindahan ombak ujung selatan Gili Meno di sini. saya tidak menyangka bahwa di lokasi ujung selatan Gili Meno lah, “pusat” terumbu karang itu berada. sepertinya saya harus belajar snorkling lebih giat lagi, trus belajar diving, agar saya tidak hanya menyaksikan keindahan bawah laut Gili Meno dari atas perahu “Glass Bottom Boat”.
setelah cukup lama kami menikmati sajian terumbu karang dari “Glass Bottom Boat”. kami melewati perairan laut dalam, tapi tak begitu lama kami melewati perairan dalam. sang kapten langsung memperlambut laju perahunya. pada saat itu juga keindahan bawah laut tersaji dari atas perahun ini. perahu tak hanya melambat tapi berhenti. Guide kami, mas Adi langsung menyuruh kami bertiga agar snorkeling. “di sini banyak Penyu”, kata mas Adi memberitahu kami bertiga.
Sang Penyu siap-siap menuju dasar laut setelah menghirup oksigen di permukaan laut
Sang Penyu siap-siap menuju dasar laut setelah menghirup oksigen di permukaan laut by @andrants
kami pun langsung bergegas turun untuk melihat keindahan bawah laut di Gili Meno. tak hanya terumbu karang yang bisa kami saksikan tapi juga penyu alias si kura-kura. Di Spot ini mas Adi  ingin menunjukkan aksinya untuk melakukan free diving. posisi kuda-kudanya seperti kuda laut. secepat kilat mas Adi langsung melesat ke dalam laut. Laut dengan kedalaman 12 meter itu hanya ditembuh beberapa detik saja. saya tidak tahu apa yang akan dia lakukan di dasar laut.
Penyu lagi
Penyu lagi
ternyata, mas Adi langsung membangunkan kura-kura yang sedang tidur. sang kura-kura pun kaget dan langsung berenang. saya baru tahu itu kura-kura setelah kura-kura itu berenang. Mas Adi kemudian naik lagi ke atas untuk memberitahu kami. mas Adi kemudian turun lagi untuk membangunkan sang kura-kura. sedangkan teman saya, Andri siap memotret sang kura-kura dengan kamera bawah lautnya. aksi kedua mas adi tidak seperti sedia kala. bahkan dia berusaha mengangkat ke atas sang kura-kura yang berat itu. jadilah mas Adi berpose dengan kura-kura meno.
Adi beratraksi dengan Penyu di Gili Meno
Adi beratraksi dengan Penyu di Gili Meno
Puas kami di spot ini, sang kapten pun mengajak ke lokasi lain di Gili Meno. tiba di spot ini, Penyu tetap menjadi kekhasan free diving kali ini. selama di Meno ada 4 Penyu yang kami temukan. sayang, kegiatan snorkling yang kedua kami harus berperang dengan ubur-ubur.  badannya Lembut bahkan seperti lentur.coba ku pegang-pegang. lama-lama kelamaan ubur-ubur itu semakin banyak. dia berjalan beriringan bahkan bersentuhan dengan saya. masuk ke dalam baju-baju saya. tiba-tiba badan saya gatal semua. saya pun langsung berteriak mengejar perahu kami. jadi lah tubuh saya peuh gatal-gatal kemerah-merahan karena serangan ubur-ubur. bahkan, saat saya menyelesaikan tulisan ini, aura ubur-ubur masih terasa di sekujur tubuh saya.
Penyu di Gili Trawangan
Penyu di Gili Trawangan
akhirnya, kami pindah spot ke Gili Trawangan, di Spot snorkling gili Trawangan saya benar-benar dimanjakan oleh kawanan ikan yang berwarna-warni. saya pun snorkling mengikuti gerak ikan-ikan yang indah itu.  saya berusaha mendekati kawanan ikan-ikan itu. saat saya berusaha memegang ikan-ikan itu, kawanan ikan itu pun kabur menjauhi saya. begitu seterusnya. saya mencoba spot lain, tiba-tiba sekelompok ikan-ikan kecil berada di depan saya. saya pun berusaha menangkapnya. saat saya berusaha mendekati, mereka pun ikut pergi. perginya serampangan dengan menabrak-nabrakkan tubuhnya dengan ku.. serrruuuuuu…
Adi langsung berhadapan dengan penyu Gili meno
Adi langsung berhadapan dengan penyu Gili meno
setelah kawanan ikan-ikan kecil itu pergi, segerombolan ubur-ubur tumpah ruah di depan saya. saya hanya bisa pasrah. pasrah berenang sambil ditemani ubur-ubur yang selalu bikin gatal-gatal. alamak…. badan ini. banyak kenangan yang indah tapi tak sedikit kenangan kecewa dengan ubur-ubur yang selalu menganggu. snorkling kali benar-benar puas termasuk puas dikerjain oleh ubur-ubur. setelah menikmati snorkling di Gili Trawangan, kami pun siap-siap pulang ke Gili Air.

Jumat, 06 Desember 2013

MAU KE PANTAI SURGA, MALAH TERSESAT DI PANTAI SUNGKUN

Mau ke Pantai Surga, malah tersesat di Pantai Sungkun

Paradise Beach tapi bukan Pantai Surga
Pantai Sungkun Emang Surga dan Ajib
Pantai Sungkun Emang Surga dan Ajib
Duduk-duduk di Berunggak Taman Long Baloq sambil mendengar nyanyian burung-burung yang merdu merupakan suatu anugerah/kenikmatan. duduk sambil menikmati segelas kopi hangat dengan pisang goreng merupakan suatu kenikmatan yang lain.
neh wujud Batu-batuan di Pantai Sungkun
neh wujud Batu-batuan di Pantai Sungkun
segelas Kopi di samping kiri saya, koran lokal  Lombok Post di samping kanan saya. salah satu berita yang paling menarik menurut saya adalah tentang Tiger Airways Mendarat Perdana di Bandara Internasional Lombok (BIL) pada tanggal 22 November 2013.
Pose di Pantai Sungkun
Pose di Pantai Sungkun
Tiger Airways melakukan penerbangan dari Singapura ke Lombok. Penerbangan Lombok Singapura akan terbang tiga kali dalam sepekan.
Kabar itu semakin menambah penerbangan-penerbangan internasional yang langsung ke Lombok. Air Asia rute Lombok – Malaysia. Jet Star melayani rute Lombok – Perts. dan yang terakhir adalah Tiger Airways yang berbasis di Singapura.
kita bergaya dulu yuk di sini
kita bergaya dulu yuk di sini
Lambat laun namun pasti Lombok akan semakin maju dengan bertambahnya penerbangan-penerbangan internasional lainnya.
Lupakan sejenak tentang penerbangan internasional. lemaskan otot yang tegang. mari menyeruput kopi hangat dan Pisang Goreng yang sudah tersaji. sesekali melihat sekeliling taman Long Balog, melihat burung-burung Gereja yang terbang di atas Kolam Long Baloq.
Pesona Pantai Sungkun dengan Pasir Putihnya
Pesona Pantai Sungkun dengan Pasir Putihnya
Di Taman Long Baloq, saya ingin menuliskan perjalanan saya saat ke Pantai Surga. Pantai yang berada Di Lombok Tengah.
perlu usaha agak keras dan kuat mental. mental berpetualangan. karena untuk menuju ke pantai Surga, kita harus melalui Jalan yang belum beraspal. Jalan pengerasan mengocok-ngocok perut saya. apalagi saya duduk paling belakang. setelah menempuh sekitar 5 Km jalanan Tak beraspal. harapan menuju ke pantai Surga makin jelas. di jalan semak-semak itu tertulis.  “menuju laut surga”.
Pasir terperangkap
Pasir terperangkap
jalan itu tak meyakinkan. semak-semak itu menambah keraguan kami. semua rombongan antara yakin dan tidak. benarkah ini jalan menuju pantai Surga.
air laut yang tergenang di batu-batuan Sungkun
air laut yang tergenang di batu-batuan Sungkun
tak jauh dari mobil kami berhenti. beberapa pemuda yang naik sepeda motor sepertinya juga merasa kebingungan. bingung jalan menuju Pantai Surga. Para bikers muda itu kemudian pergi. para pemuda itu mungkin mencari jalan yang sebenarnya menuju pantai surga. atau setidaknya jalan yang lebih “bersahabat”.
Istirahat setelah capek menyusuri Pantai Sungkun
Istirahat setelah capek menyusuri Pantai Sungkun
Rombongan kami pun ingin mencari jalan lain ke pantai. menaiki bukit. kemudian menuruninya. saat tiba di puncak bukit, kami melihat jalan lain, tak tahu ke arah mana jalan itu. tak kelihatan ujung jalannya. sementara, mobil terus melaju sesekali harus mengerem karena jalan yang tak rata. lubang dimana-mana.
ku namain Pulau Penyu karena mirip penyu.
ku namain Pulau Penyu karena mirip penyu.
ketakjelasan kami pun harus berakhir ketika kampung penduduk mulai terlihat. salah satu warga menenteng sebilah parang. kami pun berhenti untuk menanyai dimana kah sang pantai Surga itu. dimana surganya pantai itu.
Narsis dulu berlatar pulau penyu
Narsis dulu berlatar pulau penyu
kalau pantai Surga di sebelah sana (kata pemuda sambil memberikan petunjuk melalui telunjuk jarinya).
Sang Petualang, Ilul berjalan di atas pasir kuning
Sang Petualang, Ilul berjalan di atas pasir kuning
Terus kalau lurus terus ini tembus ke pantai apa pak?, kata salah satu dari rombongan kami
ini menuju pantai Sungkun, Jawab sang pemuda itu.
Ya sudah kita ke Pantai Sungkun saja. la wong sudah terlanjur nyampai sini, kata salah seorang dari kami.
Pola batu-batu di pantai Sungkun
Pola batu-batu di pantai Sungkun
kami pun melanjutkan perjalanan. tak perlu lama-lama, kita sudah tiba di pantai Sungkun. benar-benar surga ne pantai, kataku. kami semua tidak merasa kecewa, walaupun pantai yang kami kunjungi bukan pantai Surga. Penggantinya pun tak kalah, bahkan bisa jadi lebih cantik.
yang khas dari Pantai Sungkun ini adalah batu yang berada di tengah laut. batu itu berbentuk seperti Penyu. mungkin pantai ini cocoknya disebut pantai Penyu. tak hanya itu, pantai Sungkun Cukup unik. uniknya adalah pasirnya. yang berbatasan langsung dengan laut adalah batu. bukan pasir. jika ombak datang, maka pasir-pasir itu tak akan tersentuh oleh air laut. kecuali gelombang yang datang teramat besar.
Pola batu-batu Sungkun dari atas
Pola batu-batu Sungkun dari atas
kami pun terus berlanjut menyusuri pesisir pantai Sungkun yang indah. berjalan diatas batu-batu sungkun. Pantai Sungkun begitu Panjang sehingga kami pun tak sanggup menyusurinya. setidaknya untuk saat ini. kami hanya menyusuri separuhnya.
kami berjalan mendekati pulau penyu itu. semakin dekat, pulau ini semakin cantik. apalagi pulau cantik ini dipadu dengan pasir putih yang menguning. Pulau penyu itu ternyata juga berwarna kuning. lengkap lah kuningnya. Pulau berwarna kuning. pasir berwarna kuning. terus batu-batunya pun ikut kuning.
Foto Gaya Push up
Foto Gaya Push up
yups betul pasirnya tak putih bersih lagi. tapi bersih menguning. benar-benar ajibbbb ne pantai. horee…… yang menjadi pertanyaan saya selanjutnya adalah bagaimana semua benda itu berwarna kuning? apakah karena batu-batu sehingga pasirnya berubah warna menjadi kuning. ataukah karena pasir-pasir yang berwarna kuning sehingga batu-batu menjadi kuning.
mungkin pertanyaan ini seperti pertanyaan antara telur dan ayam. pertanyaan yang sampai sekarang masih menjadi perdebatan. mungkin saya akan memberikan kesimpulan khususnya terkait warna kuning di pantai Sungkun ini.
Melihat Pulau Penyu dari atas batu
Melihat Pulau Penyu dari atas batu
hampir semua batu-batu di pojok pantai Sungkun ini berwarna kuning. bahkan tebingnya juga berwarna kuning. so bisa dipastikan awalnya batu-batu itu memang warna dasar kuning. batu-batu itu kemudian “mempengaruhi” warna pasir-pasir yang di dekatnya, atau bahkan pasir itu yang terpengaruh oleh warna-warna batu itu. ibarat sebuah bunglon, pasir itu juga mempunyai naluri mengikuti lingkungan sekitarnya. pasir yang berwarna kuning luasnya mungkin hanya seperempat dari luas pantai di pantai Sungkun
alasan saya ini diperkuat juga pasir pantai Sungkun yang jauh dari batu-batu kuning. pasir-pasir yang tak terpengaruh batu kuning itu tetap berwarna putih bersih.
ne pantai keren banget dah. benar-benar juara dah pantainya. ngak nyesel bahkan bisa nagih ke Pantai Sungkun lagi. begitu alami. air laut yang berwarna menambah pesona pantai Sungkun.
Batu Tebing Sungkun berwarna kekuning-kuningan
Batu Tebing Sungkun berwarna kekuning-kuningan
di ujung pantai Sungkun ini, banyak batu-batuan yang sangat mempesona. batu-batuan Sungkun mengingatkan saya pada batu-batuan Belitong. memang tak sama, tapi batu-batu itu seakan memanggil memori sang pembuat novel Laskar Pelangi, Andrea Hirata. ngakkkkk menyesal… Sungkun sungguh surga. benar-benar gila ne pantai. wajib bagi yang ingin nikmatin alam di Pulau Lombok.
Ada Surga di balik Batu Sungkun
Ada Surga di balik Batu Sungkun
Tips ke Pantai Surga eh ke pantai Sungkun.
  • Silahkan membawa motor atau menyewa mobil. sewa motor dan sewa mobil di Mataram juga ada. untuk besarnya biaya sewa motor, saya kurang tahu. silahkan datang ke Senggigi, disana ada penyewaan sepeda motor. untuk sewa mobil  di Mataram 300.000an per hari
  • Siapkan Bekal secukupnya. maklum di pantai Sungkun tak ada penjual makanan. jangan kan penjual. pembelinya aja tak selalu ada.
  • Pantai Sungkun itu sepi. bagi yang tak ingin kesepian diharapkan membawa teman apalagi pasangan. Suasana bebatuan itu sangat romantis. wajib dah.
  • Siapkan Fisik dan mental. Jalan ke Pantai Sungkun masih pengerasan. Lumayan mengocok-ngocok perut. sebaiknya ke sini pada musim kemarau. jika musim hujan, ditakutkan jalannya becek.
Ilul berusaha mengangkut bongkahan batu Sungkun
Ilul berusaha mengangkut bongkahan batu Sungkun
sekian Perjalanan saya di pantai Sungkun. Perjalanan selanjutnya kami akan berusaha untuk menyesatkan diri ke Pantai Surga. Mau tau seperti apa pantai Surga. penasaran kan. kalau ngak ingin penasaran. ikuti terus perjalanan saya yach..

Minggu, 17 November 2013

PANTAI EKAS, KAMPUNG NELAYAN

Pantai Ekas, Kampung Nelayan (Tourdelotim)

Pantai Ekas itu Emang Indah
Pantai Ekas itu Emang Indah
Pantai Ekas merupakan salah satu pantai yang ingin kami petualangi. termasuk beruntung pantai Ekas bisa dikunjungi oleh kita-kita yang kece abis ini. eh bukannya kita-kita ne yang beruntung bisa berkunjung ke Pantai Ekas.
Lokasi Pantai Ekas berada di Pesisir Selatan Lombok, Desa Pemongkong, Kec. Jerowaru, Lombok Timur. Tujuan Petualangan Kami kali ini adalah ingin menelanjangi pantai-pantai di daerah Jerowaru, Lombok Timur.
Dina, Dwi Yoga dan Dion
Dina, Dwi Yoga dan Dion
Memang, pantai-pantai di Daerah Kecamatan Jerowaru sangatlah menggoda untuk dikunjungi. sebut saja Pantai Tangsi (Pantai Pink) juga berada di daerah jerowaru. ataupun pantai-pantai lain seperti Pantai Surga, Pantai Sungkun, pantai Dagong, Pantai Cemara, Pantai Semerang termasuk red river, Pantai Kaliantan dan Pantai Serewe.
Dari semua pantai yang ada di Kecamatan Jerowaru ini hanya pantai Pantai Tangsi yang sudah saya kunjungi. bahkan saya pernah menulisnya dalam serial pantai Tangsi (silahkan baca disini). nah untuk yang selain Pantai Tangsi itu, saya akan bahas satu per satu di mulai Pantai Ekas ini.
ayo bergaya masing-masing
ayo bergaya masing-masing
pantai Ekas ataupun pantai lain yang sejalur dengan pantai Ekas ini hanya bisa ditempuh menggunakan kendaraan pribadi. tak ada Bis mini Tujuan Pantai Ekas. hehe. apalagi Busway atau monorel. sebaiknya kita memanfaatkan kecanggihan mbah “Google Map” sebagai penunjuk jalan. tapi jangan salah, tak semua pantai di Ekas dan sekitarnya dikenal oleh mbah Google itu. seperti salah satu teman saya mencoba mengetik Pantai Ekas di Google Map. hasilnya adalah NIHIL
lebih baik menggunakan petunjuk-petunjuk jalan, petunjuk jalan di Lombok Timur ini lumayan lengkap kug. butuh sekitar 2.5 jam untuk menuju pantai Ekas ini.
Dian bergaya
Dian bergaya
Masuk ke dalam kawasan Pantai Ekas seperti masuk Perkampungan Nelayan. tak terlihat bahwa dibalik kampung Nelayan ini, ada Pantai yang indah. Beberapa Nelayan terlihat sibuk merajut jaring-jaring di bawah tenda terbuka. Nelayan yang lain sibuk mengangkat perlengkapan untuk melaut.
suasana hari yang agak mendung tak menghalangi para Nelayan untuk melaut. awan-awan itu tersebar di Langit Ekas, menutupi sinar matahari yang datang. sesekali awan itu membiarkan sinarnya menembus sang Bumi.
Dina dan Perahu
Dina dan Perahu
Pantai Ekas ini berada di kawasan Teluk. Teluk Ekas namanya. saat kita berdiri di Pantai Ekas ini, kita langsung bisa melihat dengan jelas putih bersih pantai yang ada di seberang sana. pantai yang di seberang sana sudah termasuk pantai Kabupaten lain yaitu kabupaten Lombok Tengah. mungkin salah satu pantai yangmenghadap ekas ini adalah Pantai Bumbang dan Pantai Gerupuk
karena berada dikawasan teluk, Gelombang air lautnya begitu tenang. Air Lautnya jernih dengan gradasi biru tocscha-nya. Kawasan Teluk Pantai Ekas dipenuhi perahu-perahu nelayan. profesi Nelayan sudah menjadi mayoritas profesi penduduknya. perahu-perahu yang memenuhi Teluk Ekas mencerminkan profesi penduduknya.
siap2 meninggalkan Kawasan Nelayan
siap2 meninggalkan Kawasan Nelayan
Garis Pantainya Panjang.  sekitar 300 Meter dari tempat saya berdiri, ada pantai yang menjorok ke laut. pantai yang menjorok ke laut terlihat tak ada bekas rerumputan di pantainya, jauh lebih bersih. sayang, rombongan kami harus buru-buru pergi meninggalkan pantai Ekas. kami masih harus menelanjangi pantai yang lain. padahal dalam hati, saya masih ingin berlama-lama, berjalan-jalan di pesisirnya, ngobrol panjang lebar dengan para nelayan.
sang Perahu
sang Perahu
itulah sekelumit catatan saya tentang Pantai Ekas yang penuh warna, membekas dalam fikiran saya, dan temen-teman saya, Dion, Ilul, Dina,  Dewi, dan Dwiyoga. dan tak lupa saya haturkan terima kasih kepada Nelayan yang perahunya sudi diduduki dina hanya untuk sekedar bernarsis ria.
Pantai Ekas. yuk Mari
Pantai Ekas. yuk Mari
mari lanjut berpetualang. The next is pantai Surga.
semua catatan petualangan saya kali ini, saya tulis menggunakan Hp jadul saya. saya menulis di  dalam mobil sewaan saat perjalanan pulang dari Pantai Kaliantan, Lombok Tengah.

Sabtu, 04 Mei 2013

INDAHNYA PANTAI MAWUN DI SELAT(AN) LOMBOK

Pantai Mawun, tapal kuda alam

04 mei 2013
Selamat datang di Pantai Mawun
Selamat datang di Pantai Mawun
Perjalanan Kali ini, saya akan menceritakan perjalanan saya dan kawan-kawan selama hari sabtu tanggal 4 Mei 2013. Sabtu pagi-pagi saya dan kawan-kawan akan melakukan perjalanan ke beberapa pantai yang berlokasi di Lombok Tengah/Lombok selatan.
Pantai Mawun benar-benar surga
Pantai Mawun benar-benar surga
Rencananya kita akan mengunjungi empat lokasi pantai yaitu pantai Selong Belanak, pantai Mawun, pantai Kuta dan pantai Tanjung Aan.
Saya, Jamilul khuluk (Ilul), Dina Antariska Sari (Dina) sudah berkumpul di kantor kecuali Gusti Dian Prayogi (Dian), Dewi Ryan Agustin (Dewi). Ternyata Dewi pulang lagi ke kos karena mau mengambil kecamata hitam kesukaannya. Tidak Selang beberapa menit dewi dan dian pun datang dengan kacamata kebesarannya.
Dua Perahu
Dua Perahu
Kami masih menunggu rental mobil yang sedang on the way ke sini. Kami pun sambil ngobrol siapa yang akan jadi driver. Dari hasil obrolan tersebut, dapat diketahui bahwa yang bisa naik mobil adalah dua cewek yaitu Dina dan Dewi.
Pantainya Panjang, Lumayan Capek jalan sepanjang pesisir pantainya
Pantainya Panjang, Lumayan Capek jalan sepanjang pesisir pantainya
Herannya dua cowok ini tidak berguna karena tidak ada yang tahu membawa mobil. Lebih herannya lagi adalah saya, paling tua tetapi paling tidak tahu membawa mobil. Karena merasa malu cowok-cowok disupiri oleh cewek, akhirnya saya mencoba nyeletuk “sekarang kan jamannya emansipasi” (sambil muka tertunduk ke bawah).
Bukit Mawun seperti kepala Ular
Bukit Mawun seperti kepala Ular
Akhirnya mobil rental yang ditunggu datang. Sudah diputuskan bahwa Dewi yang membawa berangkatnya, sedangkan Dina membawa pulangnya. Ilul duduk di depan, sebelah kiri dewi, sebagai penunjuk jalan. Kami pun berangkat melalui jalur lingkar selatan menuju arah bandara. Karena indikator bensin mendekati merah. Kami pun belok ke pom bensin untuk mengisi penuh bensin.
Perahu Cemara
Perahu Cemara
Setelah hampir perjalanan 1 jam, kami pun berhenti untuk membeli bekal 5 bungkus nasi dan pisang goreng. Kami pun berangkat lagi. Penunjuk arah, ilul mulai kebingungan. dia mulai mengingat-ngingat jalan ke pantai, tapi dia tetap belum bisa mengumpul memori ingatannya. Saat melewati pasar ada dua cabang jalan yang membuat ilul tambah kebingungan.
airnyaaaa bening, bersih....yukkkk nyeburr
airnyaaaa bening, bersih….yukkkk nyeburr
Mulailah kita berempat memarahi si ilul. Akhirnya, mendapat serangan dari para cewek. Tidak mungkin berhenti walau sebentar karena suasana pasar sedang ramai dan ada polisi di pertigaan. Tepat di pertigaan tersebut, akhirnya si dewi berinisiatif mengambil jalur kiri.
Dina mulai nyeburr
Dina mulai nyeburr
Di depan ternyata ada petunjuk jalan ke arah kuta. Sehingga selamatlah ilul dari omelan dari para cewek. Si Dewi makin semangat melaju mobilnya, kebetulan jalanannya halus dan sepi.
yang lain pada nyusul nyebur....tak tahan  kalo ngak nyebur
yang lain pada nyusul nyebur….tak tahan kalo ngak nyebur
Celakanya adalah ada perempatan, tambah bingung lah si ilul. Yang pertigaan aja bingung apalagi yang perempatan hahaha. Ilul kena lagi oleh ocehan teman-teman lain. Akhirnya diputuskan jalan kedua yang akan dilewati. Selang beberapa menit Ilul mulai mengingat-ingat lagi. Ilul pun memberi petunjuk bahwa di sini namanya selong belanak.
beningggggggg
beningggggggg
Kami pun memutuskan berhenti , ternyata pantai selong belanak bukan di tempat kami berhenti ini. Setelah kami turun, baru kami mengerti bahwa pantai selong belanak masih ada di seberang. Memang pantainya yang putih terlihat dari sini. Saya pun tertarik kesana. Sayang keinginan ini harus terkubur jauh-jauh.
nikmatin pasir Pantai Mawun
nikmatin pasir Pantai Mawun
Setelah ngobrol bersama, akhirnya diputuskan bahwa pantai yang akan dikunjungi adalah pantai yang terjauh.  Kami pun naik mobil lagi menuju pantai selanjutnya, yaitu pantai mawun. Dewi pun melaju mobil lagi. Ilul pun tetap duduk di samping dewi sebagai penunjuk jalan.
Bercengkrama
Bercengkrama
Di mobil pun kita masih ngobrol arah menuju pantai mawun. Ilul pun seakan tidak bertanggung jawab. Karena dia selalu bingung ketika ditanya arah ke pantai mawun. Dewi pun tetap melaju mobilnya pelan-pelan. perjalanan sekitar 20 menit, ada petunjuk arah menuju mawun.
Teman-teman yang lain juga mengiyakan bahwa itu petunjuk ke mawun. Tapi si Ilul tetap ngotot bahwa pantai mawun lurus terus. Akhirnya kami mengikuti kemauan si Ilul. kami berpapasan dengan turis yang jalan berlawanan dengan kami.
duduk di bawah bukit mawun saat airnya masih surut
duduk di bawah bukit mawun saat airnya masih surut
Kami pun mulai ragu dengan ilul. terbukti sejak dari tadi selalu meragukan. Akhirnya kami memutuskan untuk bertanya ke orang kampung di sekitar sini. Si ilul langsung turun dari mobil dan bertanya ke penjual warung. Ternyata benar bahwa pantai mawun itu di petunjuk arah tadi. Si Ilul kena omelan dan ocehan kami semua.
Tidak lama, kami pun sudah sampai  di pantai mawun. Setelah turun dari mobil. Saya langsung melihat  pantai mawun yang begitu putih, bersih. Airnya pun jernih  berwarna kebiruan . Biru tosca. Saya melihat beberapa fasilitas yang baru dibangun di sekitar pantai seperti Gazebo dan kamar kecil. 
pantai Mawun sebelah Kiri
pantai Mawun sebelah Kiri
Gazebo ini tambah mempercantik pantai mawun dan membuat betah pengunjung.  Ada sekitar lima Gazebo disisi kiri saya, jarak antara gazebo satu dengan yang lainnya sekitar 5 meter.  Di sisi kanan saya ada kamar kecil yang juga baru selesai baru bangun.
Saya dan teman-teman menaruh perlengkapan yang kami bawa di salah satu Gazebo yang paling dekat dengan mobil. Saking takjubnya dengan pasir putihnya. Saya pun langsung melepas sandal dan membawa kamera saya.
Teman-teman yang lain pun langsung ikut turun ke pantai mawun. Hanya Ilul yang tidak langsung turun ke pantai karena dia memang sudah pernah ke sini. Saya hanya mengagumi ciptakan Tuhan yang sangat indah ini. saya tidak pernah mengunjungi pantai yang seindah pantai mawun Sebelumnya.
berjalan di bawah bukit mawun
berjalan di bawah bukit mawun
Lalu kenapa pantai Mawun ini terlihat indah bagi saya. Pantai mawun ini hampir berbentuk bulat kira-kira 270°. Pantai mawun terlihat masih “virgin” dan bersih. Airnya begitu tenang dan jernih mungkin karena ini masuk kawasan teluk mawun.  Jernihnya air bisa dibuktikan dengan cara menceburkan diri ke air, maka kaki akan keliatan dari atas.
Akan lebih indah lagi kalau ikut berenang di pantai mawun. Sedari awal, saya tidak ada rencana mandi. Karena males ganti bajunya. Lain dipikiran, lain di hati. Ternyata hati saya kepincut untuk menyeburkan diri merasakan ketenangan pantai dan kejernihannya.
Pesona Pantai Mawun
Pesona Pantai Mawun
Lain saya, lain juga dengan dewi yang tidak membawa baju ganti. Dewi memang tidak ada rencana untuk mandi. Bahkan mungkin bagi dewi lebih baik lupa bawa baju pengganti daripada lupa membawa kacamata hitam kesayangannya.
Dia sering bolak balik gazebo karena lupa membawa Kacamata kesayangannya. Lain Dewi, lain juga dengan si Dian yang sukanya selalu teriak histeris “hai buleeeeeeeee” ketika melihat turis cowok… (ayo Dian ngaku…) hehe..bahkan saat di dalam mobil Dian sering histeris teriakin para bule itu…hehe
empat Serangkai
empat Serangkai
Nah dalam bidang renang ini saya bagi dalam tiga kategori. Kategori pertama adalah orang paling pinter renang yaitu ilul. kelihaian ilul terlihat dari cara dan gerakannya dalam berenang. Ilul juga lah yang membantu (lebih tepatnya mengajari Dewi berenang).
Kategori kedua adalah golongan pertengahan  yaitu saya, dina dan dewi , nah sedangkan Dian ini termasuk dalam golongan orang-orang terbelakang hehehe. Maaf ya dian, masak kamu berenangnya di pinggir-pinggir pantai aja sih.
di Balik Pantai ini langsun Laut loh yaa
di Balik Pantai ini langsung Laut loh yaa
Dian hanya berani berenang kalau badannya terbagi jadi dua bagian, satu bagian untuk di laut dan bagian lain untuk daratan. Dian mau ke agak tengah giliran mau difoto. Yaa begitu lah dian dengan segala keunikannya.
Lalu ada yang tanya terus keunikan saya apa yach?. keunikan saya adalah jarang narcis karena memang tugasnya saya membuat orang narsis orang lain hehe. kalo dina gimana? dina menurutku sih orangnya perfeksionis. paling anti orang yang membuang sampah sembarangan.
kalau mau tau gimana dina cerewet saat melihat orang lain buang sampah sembarangan, silahkan tanya si Ilul. Ilul pasti tahu itu. Heeh.
asikkkk neh nyelup di pantai airnya begini
asikkkk neh nyelup di pantai airnya begini
Setelah cukup berenang dan berjalan-jalan di pantai mawun, akhirnya kami semua naik untuk melanjutkan perjalanan yang selanjutnya. Perjalanan kami terhenti oleh ibu-ibu yang menjual kain tenun dan batik khas mataram di gazebo. Kami pun melakukan tawar menawar harga. Jika anda pergi pantai mawun pastilah anda tahu dengan dua orang ibu ini. namanya ibu Aldy dan ibu Merry.
nah transportasi ke pantai mawun ini bisa ditempuh dengan dua jalur yaitu jalur Kuta dan jalur Selong belanak. tidak usah kwawatir jalan ke pantai mawun semuanya jalannya bagus-bagus walaupun pantai mawun berada di daerah pegunungan.
duduk di atas Pantai yang berpola
duduk di atas Pantai yang berpola
bahkan jalan dari kuta ke arah mawun akan diperlebar. anda bisa menggunakan sepeda motor atau mobil. saya pun sudah menggunakan keduanya. gimana anda tertarik ke pantai mawun. daripada penasaran. mending datang aja langsung ke pantainya.
Yuk kita   udahi dulu jalan-jalan di pantai Mawun, siap-siap tour de Kuta