Halaman

Menu

Home
Tampilkan postingan dengan label Lombok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lombok. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Desember 2013

MENJELAJAHI TAMAN LAUT GILI BIDARA, GILI PETAGAN, DAN GILI KONDO

MENJELAJAHI TAMAN LAUT GILI BIDARA, GILI PETAGAN, DAN GILI KONDO

Port of Gili Bidara
Port of Gili Bidara
Hampir satu jam kami snorkling di Gili Kapal. ku liat Langit sekitar Gili Kapal yang diselimuti awan-awan. Gunung Rinjani yang nampak dari kejauhan juga ditutupi awan. Spot snorkling akan beralhih ke Gili Bidara. satu per satu Lombok Backpacker naik ke atas perahu. semuanya sudah naik ke perahu kecuali Mbak Wet dan Marlina yang masih sibuk memotret terumbu karang.
Runway of Gili Bidara
Runway of Gili Bidara
saat semua rombongan sudah berada di atas perahu, kami pun langsung berangkat ke Spot Snorkling selanjutnya yang tak jauh dari Gili Kapal. dari atas Perahu saya melihat Gili Kapal itu kecil terus mengecil sampai Gili Kapal tak terlihat lagi. saya hanya melihat garis pembatas laut di sekitar Gili kapal. sebelah kiri berwarna Hijau Muda,  yang sebelah kanan berwarna biru toscha. lama Kelamaan, Gili Kapal ditelan Tenangnya Selat Alas.
Hiakkkkkkk
Hiakkkkkkk
Gili Kapal tenggelam, Pulau lain yang lebih besar muncul di depan mata. Gili Bidara. Ku liat matahari masih malu menampakkan cahayanya. Tiang-tiang pancang berdiri kokoh. sepertinya Tiang Pancang itu untuk rencana pelabuhan di Gili Bidara. tak ada pekerja. hanya tenda-tenda sebagai pelindung panas.
I am free
I am free
Gili Bidara ini merupakan yang satu-satunya pulau yang berpenghuni yang berada di selat Alas. orang yang tinggal di sini kebanyakan berprofesi petani sekaligus nelayan. saya pernah mengupas tentang Gili Bidara yang menjadi satu-satunya pulau yang bisa menghasilkan pertanian. Klik sini
Alex menggendong Tita
Alex menggendong Tita
saat perahu sudah bersandar di Pantai Gili Bidara, beberapa rombongan langsung berteduh sambil menyantap bekal makanan yang sudah kami bawa. sebagian yang lain langsung foto-foto dengan latar belakang tiang-tiang pancang. Matahari sesekali muncul menyengat kulit kami yang memang hitam. berpose dibawah teriknya matahari. berpose sesuai dengan gayanya masing-masing. setelah  berpose satu-satu kami pun berpose ramai-ramai dengan gaya bebas.
Halo Tita, Halo Alex
Halo Tita, Halo Alex
tiba-tiba saya dikagetkan oleh tingkah laku Alex Sloven yang langsung mengangkat tubuh Mbak Tita. dalam sekejap Tubuh Tita nah nongkrong di Pundak si Alex Sloven. the Romantic Pose of this day.  Tak Cukup berpose Romantis. Alex Sloven berpose Layaknya three masketerr dengan para cowok. Alex benar-benar kocak orangnya. tak seperti bule pada umumnya. coba liat aksinya saat mengangkat kardus ke atas perahu. di satu pihak dia orangnya menyenangkan, di lain pihak dia mulai “menjengkelkan”.
three maskketers
three maskketers
menjengkelkan karena sering mengganggu teman yang ingin pose sendirian. eh tiba-tiba dia sudah berada di dekatnya.  dengan berbagai aksinya itu Alex termasuk salah satu rombongan yang paling  aktratif, agak narsis dan menyenangkan sekaligus “menjengkelkan”.
Pantai Gili Bidara
Pantai Gili Bidara
saat yang lain sibuk berpose foto, si Jefri sibuk melampiaskan rasa cintanya kepada sang Pencipta. Shalat. Shalat tidak perlu harus di tempat beribadah ataupun di rumah. bukankah alam semesta ini juga merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. tak semestinya kita lalai menunda-nunda ibadah. dia tak segan untuk menghamparkan alas kemudian shalat di atas pasir untuk memuji sang Pencipta. memuji kepada Tuhan yang menciptakan laut Indah, terumbu karang-terumbu karang yang beraneka jenis dan warna, Ikan-ikan Laut dengan berbagai jenis, warna dan ukuran. semuanya itu menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Pencipta.
memuji sang pencipta
Memuji sang Pencipta
Tak afdol rasanya hanya menikmati keindahan-keindahan Pasir dan lautnya. coba lah melihat terumbu karang-terumbu karang dengan berbagai jenisnya. cobalah snorkling di sisi kanan Tiang-tiang pancang Gili Bidara.  Terumbu karang-terumbu karang yang indah akan tersaji di sini. Terumbu karang kebanyakan didominasi oleh soft coral. Ikan-ikan dari berbagai Jenis, Warna dan Ukuran. Ikan-ikan di Sisi Kanan relatif lebih besar dan lebih banyak.
Karang Meja Gili Bidara
Karang Meja Gili Bidara by Marlina
Tak Puas dengan Sisi Kanan, beralihlah ke bagian Kiri yang menawarkan pesona terumbu karang yang lain. Terumbu karang-terumbu karang di sisi kiri memang lebih bagus dan lebih eksotis. kelebihan di sisi Kiri Pantai adalah Ikan-ikannya yang jauh banyak. kelebihan di sisi kiri adalah terumbu karangnya.
Cantiknya Karang Meja
Cantiknya Karang Meja by Marlina
seperti karang Meja yang berjejer rapi laksana permadani yang berundak-undak. karang meja ini berada di antara sisi. sisi pantai yang dangkal dengan sisi laut dalam yang gelap dan berbentuk tebing. laut dalam yang gelap terlihat seperti angker tak berpenghuni. tak berani saya snorkling di atasnya. Anemon-anemon laut dan Ikan Nemo yang berada tak jauh dari karang meja.
Ardi melakukan free diving
Ardi melakukan free diving by Wet
saat saya melewati karang-karang meja yang berjajar dan tersusun rapi, saya dikagetkan oleh Ikan mati di atas terumbu karang. kepalanya seperti ayam sehabis disembelih. tengkleng. warnanya sangat mencolok. kuning. ku makin mendekat, dia pun tak juga bergerak. ku perhatikan lebih detail. aku langsung teringat Ikan terganas Piranha yang berada di sungai Amazon.
Ikan Buntal by Wet
Ikan Buntal by Wet
kepalanya mirip, batinku. ikan berwarna mencolok ini pura-pura mati untuk mengelabui sang korban, batinku. kaburrrrrrr…ku hanya ingin kabur dengan cara berenang yang tidak melakukan banyak gerakan. saya takut tiba-tiba dia menyerang dari belakang. dag dig dug. Ku toleh ke belakang tak ada ikan itu yang menyusul saya kemudian menggigit kaki saya. alhamdulillah.
Ikan Tentara. by Marlina
Ikan Tentara . by Marlina
Mbak Wet pun berhasil moto ikan Buntal ini. saya tahu nama ikan baru belakangan setelah ngobrol dengan Mas Iyus yang memang lebih tahu dunia bawah air. Ikan ini termasuk jenis ikan yang beracun. jenis ikan tidak bisa dimakan begitu saja. perlu di olah sedemikian rupa agar ikan buntal ini bisa dimakan. Restoran-restoran Jepang biasanya ada yang menjual ikan-ikan buntal ini.
Karang apa ya namanya
Karang apa ya namanya by Wet
lebih dari satu jam kami snorkling di Gili Bidara. menikmati sajian terumbu karang-terumbu karang dengan berbagai jenis. ikan-ikan dengan beranika rupa dan warna. tak puas menikmati berbagai jenis terumbu karang di Gili Bidara. kami pun hendak mencari Spot lain, Gili Petagan. dalam perjalanan menuju Gili Petagan, saya mencoba bertanya tentang keindahan taman laut di Gili Kapal dan Gili Bidara kepada alex. what do you think about the coral and fish. where is the better Gili Kapal or Gili Bidara, kataku pada si Alex. I Think Gili Bidara is better than Gili Kapal becausevery much of fishes here in Gili Bidara.
Terumbu Karang Gili Petagan by Marlina
Terumbu Karang Bidara by Marlina
Ayo kita ke Gili Petagan, di sana lebih banyak ikan Nemonya, kata Mbak bersemangat memecahkan keheningan di atas perahu.  Gili Petagan bukan lah pulau pada umumnya. Pulau ini hanya kumpulan tanaman bakau yang ditanam di tengah-tengah laut oleh Tentara Jepang pada masa pra kemerdekaan. hanya 10 menit perjalanan dari Gili Bidara ke Gili  Petagan.  Mau tau seperti apa Tanaman bakau-bakau yang ditanam oleh tentara jepang silahkan klik
Karang Bunga Kol by Marlina
Karang Bunga Kol petagan by Marlina

Pak Jefry, spot mana yang banyak ikan Nemonya, teriakan mbak Wet kepada Guide sekaligus Pemilik Perahu. di sana mbak Wet, balas teriakan pak Jefry sambil menunjukkan Spot-spot yang di maksud. mendengar itu Mbak Wet langsung nyebur begitu saja. saya, Jefry,  Ardi, Marlina, Rahma, dan Tita langsung menyusul snorkling. Alex Sloven dan Echi tidak ikut turun snorkling.
Ikan Kambing
Ikan Kambing Petagan by Marlina
Ayo ke sini, di sini banyak Nemo, Kata Mbak yang memecahkan keheningan di tengah laut Selat Alas.  Arus ombak yang lumayan kuat memaksa saya dan kawan-kawan untuk menembus arus laut. perjuangan melawan arus tak begitu terasa karena kita akan dimanjakan terumbu karang- terumbu karang yang indah, ikan-ikan kecil yang lucu dan beraneka warna. Bulu Babi yang berwarna hitam banyak kami jumpai di Gili Petagan. di antara keempat Gili lainnya di Selat Alas. Gili Petagan menjadi habitat Bulu Babi.
Coba Perhatikan Kepala Ikan. mirip kambing kan?. by Marlina
Coba Perhatikan Kepala Ikan. mirip kambing kan?. by Marlina
akhirnya perjuangan kami terbayarkan oleh Anemon-anemon cantik yang bertengger di Batu Karang yang lumayan besar. Ikan Nemo berenang dan bersembunyi di balik Anemon-anemon yang cantik. Tak hanya Ikan-ikan cantik dan lucu yang bisa kami saksikan di Gili Petagan ini. bahkan ikan-ikan aneh seperti Ikan kambing benar-benar ada di Gili Petagan.
Ikan Nemo Petagan by Wet
Petagan. Ikan Nemo yang bersembunyi dibalik Anemon by Wet
Ikan Kambing ini bentuknya benar-benar mirip Kepala kambing. ku namain Ikan Kambing karena kepalanya benar-benar seperti kepala kambing itu. ntar kalau ada yang tahu jenis dan nama ikannya. saya ganti ke yang bener deh. ikan Kambing ini berukuran kecil dengan warna dominan coklat bercampur putih. tinggalnya berada di terumbu karang. tepatnya diapit oleh terumbu karang. Gili Petagan, Wonderfull, Beautifull.
Tetangga Ikan Nemo by Wet
Tetangga Ikan Nemo by Wet
rasa-rasanya mengelilingi Spot Snorkling di sisi Gili Petagan ini tak akan selesai dalam sehari. tapi kami dikejar waktu. Tim Lombok Backpacker masih harus mengunjungi spot snorkling terakhir di Gili Kondo. ku liat jam sudah menunjukkan pukul 03.15. kami harus segera KeGili Kondo. saat semua tim rombongan Lombok Backpacker sudah berada di atas perahu. Pak Jefry langsung mengarahkan perahunya ke Gili kondo. hanya butuh waktu 15 menit, perahu kami sudah merapat di Pantai Gili Kondo.
Nemo-nemo yang cantik by Wet
Nemo-nemo yang cantik by Wet
Langit-langit Gili Kondo sepenuhnya berawan. Gili Kondo sudah menjadi magnet tersendiri. ku liat beberapa wisatawan yang datang ke Gili Kondo. Gili Kondo memang lebih terkenal dan dikenal oleh beberapa wisatawan. sayang, Gili Kondo sekarang sudah tak terawat lagi. Pihak Swasta, PT Perama sudah tak mau memperpanjang lagi kepada Pemerintah Daerah setempat untuk mengelola Gili Kondo. saya sudah mengunjungi Gili Kondo kedua kalinya yang pertama pada tanggal 15 juni 2013. waktu itu, Gili Kondo benar-benar terawat, Restoran-restoran tersedia, penginapan-penginapan terjaga.
Nemo bersembunyi dibalik anemon
Nemo dan anemon bersimbiosis mutualisme by Wet
sekarang, Gili Kondo benar-benar tak berpenghuni, tak terawat, Restoran-restoran laksana onggokan bangunan-bangunan angker. sangat beda dengan Gili Kondo saat pertama kali ku kunjungi yang terkesan lebih waaaaah. kembalikan Gili Kondo ke Swasta saja, batinku dalam hati. setidaknya agar Gili Kondo lebih terurus dan terjaga.
Aksi Mbak Wet saat moto Ikan Nemo
Aksi Mbak Wet saat moto Ikan Nemo by Marlina
Ikan-ikan Nemo yang bersembunyi
Ikan-ikan Nemo yang bersembunyi by Wet

Tujuan Tim Lombok Backpacker adalah snorkling ampe puas, ampe klimax, ampe menggelinjang, ampe kapok. tak perlu nunggu lama. setelah pose di depan Gili kondo. semuanya langsung nyebur kecuali Alex dan Echi. karena Echi mabuk laut dan muntah-muntah, dia tak ikut acara snorkling bareng.
Indahnya Terumbu Karang Petagan
Indahnya Terumbu Karang Petagan by Marlina
Terumbu Karang yang tepat berada di Halaman restoran Gili Kondo masih dalam tahap pengembangan. Pihak Pengelola yang lama,Perama berusaha untuk menjaga dan melestarikan Terumbu Karang Gili Kondo. ku semakin enjoy snorkling di Gili Kondo. mengikuti arus-arus yang membawa saya.
Terumbu Karang di Gili Kondo by Marlina
Terumbu Karang di Gili Kondo by Marlina
Langit semakin Gelap diliputi awan-awan pembawa uap air, Matahari masih enggan muncul setidaknya agak menyinari laut Gili Kondo agar terumbu karang semakin eksotis. saya semakin enjoy menikmati terumbu karang dan ikan-ikan di Gili Kondo. tak terasa arus itu menjauhkan saya dari pantai. sedangkan teman-teman Lombok Backpacker hampir semuanya sudah naik kecuali saya dan Marlina. saya pun berusaha melawan arus itu. usahaku sia-sia. mungkin ku capek seharian snorkling, batinku. arus itu benar-benar tak  bisa ku taklukkan. ku diam. tubuhku makin terbawa arus menjauhi pantai.
proses Pelestarian Terumbu Karang di Gili Kondo
Pelestarian Terumbu Karang di Gili Kondo
Mbak, saya sudah ngak kuat, kata ku ke Mbak Marlina. “Ya saya sudah tidak kuat juga melawan arus, saya juga tidak pakai Fins, Panggil aja si Jefry agar perahunya dibawa ke sini”, katanya pada saya. akhirnya saya berusaha berteriak memberitahu kawan-kawan agar perahu itu dibawa ke sini. Mbakkkkkk, suruuuuh pak Jefryyyyyyy agar Perahunyaaa dibawa ke sini, teriakku sambil memperagakan menggunakan tangan. kawanku bukannya memberitahu pak Jefry agar bawa perahunya. mereka malah datang ingin menyelamatkan kami berdua.
Mejeng sehabis Snorkling di Gili Kondo
Mejeng sehabis Snorkling di Gili Kondo
Mbak Rahma dan Jefry langsung turun menyelamatkan saya dan Mbak Marlina. bukan perkara mudah untuk kembali ke pantainya. ada dua rintangan yang harus dihadapi. Pertama menaklukkan arus dan yang kedua adalah menaklukkan ubur-ubur yang menggerayangi badan. Rintangan yang pertama berhasil kutaklukkan. dan yang kedua adalah ubur-ubur yang tak bisa ku taklukkan. akhirnya, bentol lah semua badan-badan saya.
alhamdulillah setelah nyampe di pantai.saya langsung terkapar. tidur di atas pasir. saya langsung dipotret bak artis kesorean. tragedi penyelamatan oleh Tim Rescue Lompok Backpacker.benar-benar snorkling ampe kapok puas ampe ngak berkutik. ngak berkutik karena terbawa arus di Gili Kondo yang lumayan kuat.
By by Gili Kondo
By by Gili Kondo
ini lah momen-momen terakhir untuk liburan weekend kali ini. waktunya narsis dan menjalankan ritual sebelum meninggalkan Gili Kondo. mengabadikan moment indah jauhhhh dibawah kaki Gunung Rinjani. Gunung Rinjani masih malu-malu. saya pengin camping di Kondo. ingin motret Mentari terbit dengan latar Gunung Rinjani. ayo kawan Lombok Backpacker kapan kita camping di sini. udah udah waktunya pulang. tepat pukul 04.30, kami tim rombongan Lombok Bacpacker meninggalkan Gili Kondo dengan lambaian tangan perpisahan.
On the way to Lombok Island
On the way to Lombok Island
nah bagi kawan yang pengin trip ke empat Gili di Selat Alas. Nih Tipsnya
  1. Dari Mataram ke Lokasi Penyeberangan Padakguar bisa menggunakan transportasi umum jurusan sumbawa. ntar minta turun aja di pertigaaan ke arah Sembalun. trus naik ojek minta turun di Padakguar. atau juga bisa sewa mobil. cari jurusan sembalun ya.. waktu tempuh mataram Padakguar kira-kira 2.5 jam
  2. Lokasi penyeberangan agak tersembunyi sih..masuk di kawasan komplek TNI AL.
  3. dari Padakguar sewa perahu seharga 300.000. itu belum termasuk sewa snorklingnya. oh ya 300.000 untuk tour keliling ke 4 Gili ampe menggelinjang kepuasan. nama empat Gili itu Gili Kapal, Gili Bidara, Gili petagan, dan Gili Kondo.
  4. sebaiknya membawa bekal untuk persiapan kalau kita kelaparan. maklum di Gili-gili tak ada yang jual makanan. so siapkan bekal makanan. kecuali mau survival dengan spearfishing.
Quate of the day : Jangan  Menunggu kaya untuk berlibur ke Lombok, Berliburlah ke Lombok niscaya kau akan merasa kaya.
@caderabdulpaker

Sabtu, 07 Desember 2013

Snorkling, eh nemu Penyu cantik di Gili Meno

Snorkling Nemu Penyu
Karang-karang Meja yang cantik-cantik
Snorkling dikejar-kejar ubur-ubur laut
nemu banyak ikan di Gili Trawangan
Kapal Pesiar cantik melipir di Gili Air yang cantik
Kapal Pesiar cantik melipir di Gili Air yang cantik  saat suasana mendung
Snorkling… Snorkling….snorkling..itu yang terpikirkan saat hendak mau snorkeling di Gili Air, Lombok Utara. tiba-tiba gerimis yang tak diundang pun datang. “ayo”,  kata Andri melalui pesan BBM ke saya. Andri  mengirim pesan lagi “Gerimis”, “semakin deras”. “ya semakin deras, batalkan saja ntar kalau hujan”, kataku kepada Andri. ku liat Gerimis itu makin lama semakin hilang tapi awan-awan itu masih menutupi langit-langit di kawasan Lombok.  jadi lah kita putuskan untuk berangkat ke Gili Air menggunakan sepeda motor.
kapal pesiar dari depan
kapal pesiar dari depan
Rombongan saya kali ini hanya bertiga, saya, Andri, dan Ilul. hanya butuh kurang 1 jam ke Lokasi Penyeberangan Bangsal. tiket penyeberangan ke Gili Air hanya Rp10.000,00 dengan menggunakan public boat. Publik boat ini benar-benar publik boat. mulai dari wisatawaan, penjual sayur, ibu-ibu rumah tangga tumplek-plek di publik boat ini. nah waktu penyeberangannya pun ke Gili Air hanya 30 menit.
Langit yang mendung di Langit Lombok
Langit yang mendung di Langit Lombok
saat tiba di Gili Air, kami langsung clingak-clinguk mencari spot snorkeling yang bagus. karena ngak dapat yang sreg, diputuskanlah kalau kita akan Tour Snorkling ke 3 yaitu Gili Air, Gili Meno dan Gili Air, dan Gili Trawangan. eh ternyata, Publik boat untuk yang tour ke tiga Gili dah berangkat. terpaksa dah kita sewa perahu Glass Bottom Boat seharga @500.000 untuk tiga orang. ini sudah termasuk penyewaan alat snorkeling dan tetek bengeknya snorkling. kami ditemani oleh dua orang, satu kapten dan yang satu lagi adalah pemandu kami alias yang menemani snorkeling. namanya Adi.
Bar-bar berbaris rapi di Gili Air
Bar-bar berbaris rapi di Gili Air
suasana langit yang berawan dengan sedikit gerimis tak menyurutkan kami bertiga untuk snorkeling ria. Tujuan kami yang pertama adalah Gili Meno. langit yang tak begitu cerah tetap tidak bisa menyembunyikan indahnya pasir putih yang mengelilingi Gili Air.
setelah kami melewati Gili Air, kami langsung disambut dengan indahnya Gili Meno. Gili Meno emang benar-benar cantik. dari jauh pun kecantikannya pun tak memudar. bahkan mendung pun semakin menambah ketenangan dan keromantisan Gili Meno dengan perahu jenis “Glass Bottom Boat” yang kami naiki.
Gugusan gunung rinjani
Gugusan gunung rinjani
saat perahu yang kami tumpangi tiba di Lokasi Diving-Spot at Gili Meno, sang kapten memperlambat laju perahunya. di lokasi diving spot ini, Ombaknya lumayan gede sehingga tidak cocoknya untuk snorkling. lokasinya tepat di ujung selatan Gili Meno. kami bisa menyaksikan keindahan-keindahan Gili Meno dari sisi lain. Terumbu karang-terumbu karang indah benar-benar tersaji di perairan Gili Meno. karang-karang yang indah benar-benar jelas terlihat dari atas perahu. saya hanya termenung tak berkedip melihat keindahannya.
Jalan berpasir di Gili Air
Andri dan Ilul Jalan berpasir di Gili Air
Terumbu karang-terumbu karang itu semakin memanjakan mata saya yang tepat berada di atasnya. ajibbbb…..saya langsung berteriak…..”iiiih terumbu karangnya keren-keren”. karang mejanya indah..besar seperti meja makan , berjejer-jejer laksana meja makan prasmanan.
warnanya bermacam-macam. warna yang paling mencolok adalah warna-warna ngejreng seperti warna kuning dan Hijau. aku hanya bisa merekam semuanya dalam otak saya. tak satupun nyangkut di kamera saya.
Penyu berenang di perairan Gili Meno
Penyu berenang di perairan Gili Meno by @andrants
sebelumnya, saya pernah  mengulas tentang keindahan ombak ujung selatan Gili Meno di sini. saya tidak menyangka bahwa di lokasi ujung selatan Gili Meno lah, “pusat” terumbu karang itu berada. sepertinya saya harus belajar snorkling lebih giat lagi, trus belajar diving, agar saya tidak hanya menyaksikan keindahan bawah laut Gili Meno dari atas perahu “Glass Bottom Boat”.
setelah cukup lama kami menikmati sajian terumbu karang dari “Glass Bottom Boat”. kami melewati perairan laut dalam, tapi tak begitu lama kami melewati perairan dalam. sang kapten langsung memperlambut laju perahunya. pada saat itu juga keindahan bawah laut tersaji dari atas perahun ini. perahu tak hanya melambat tapi berhenti. Guide kami, mas Adi langsung menyuruh kami bertiga agar snorkeling. “di sini banyak Penyu”, kata mas Adi memberitahu kami bertiga.
Sang Penyu siap-siap menuju dasar laut setelah menghirup oksigen di permukaan laut
Sang Penyu siap-siap menuju dasar laut setelah menghirup oksigen di permukaan laut by @andrants
kami pun langsung bergegas turun untuk melihat keindahan bawah laut di Gili Meno. tak hanya terumbu karang yang bisa kami saksikan tapi juga penyu alias si kura-kura. Di Spot ini mas Adi  ingin menunjukkan aksinya untuk melakukan free diving. posisi kuda-kudanya seperti kuda laut. secepat kilat mas Adi langsung melesat ke dalam laut. Laut dengan kedalaman 12 meter itu hanya ditembuh beberapa detik saja. saya tidak tahu apa yang akan dia lakukan di dasar laut.
Penyu lagi
Penyu lagi
ternyata, mas Adi langsung membangunkan kura-kura yang sedang tidur. sang kura-kura pun kaget dan langsung berenang. saya baru tahu itu kura-kura setelah kura-kura itu berenang. Mas Adi kemudian naik lagi ke atas untuk memberitahu kami. mas Adi kemudian turun lagi untuk membangunkan sang kura-kura. sedangkan teman saya, Andri siap memotret sang kura-kura dengan kamera bawah lautnya. aksi kedua mas adi tidak seperti sedia kala. bahkan dia berusaha mengangkat ke atas sang kura-kura yang berat itu. jadilah mas Adi berpose dengan kura-kura meno.
Adi beratraksi dengan Penyu di Gili Meno
Adi beratraksi dengan Penyu di Gili Meno
Puas kami di spot ini, sang kapten pun mengajak ke lokasi lain di Gili Meno. tiba di spot ini, Penyu tetap menjadi kekhasan free diving kali ini. selama di Meno ada 4 Penyu yang kami temukan. sayang, kegiatan snorkling yang kedua kami harus berperang dengan ubur-ubur.  badannya Lembut bahkan seperti lentur.coba ku pegang-pegang. lama-lama kelamaan ubur-ubur itu semakin banyak. dia berjalan beriringan bahkan bersentuhan dengan saya. masuk ke dalam baju-baju saya. tiba-tiba badan saya gatal semua. saya pun langsung berteriak mengejar perahu kami. jadi lah tubuh saya peuh gatal-gatal kemerah-merahan karena serangan ubur-ubur. bahkan, saat saya menyelesaikan tulisan ini, aura ubur-ubur masih terasa di sekujur tubuh saya.
Penyu di Gili Trawangan
Penyu di Gili Trawangan
akhirnya, kami pindah spot ke Gili Trawangan, di Spot snorkling gili Trawangan saya benar-benar dimanjakan oleh kawanan ikan yang berwarna-warni. saya pun snorkling mengikuti gerak ikan-ikan yang indah itu.  saya berusaha mendekati kawanan ikan-ikan itu. saat saya berusaha memegang ikan-ikan itu, kawanan ikan itu pun kabur menjauhi saya. begitu seterusnya. saya mencoba spot lain, tiba-tiba sekelompok ikan-ikan kecil berada di depan saya. saya pun berusaha menangkapnya. saat saya berusaha mendekati, mereka pun ikut pergi. perginya serampangan dengan menabrak-nabrakkan tubuhnya dengan ku.. serrruuuuuu…
Adi langsung berhadapan dengan penyu Gili meno
Adi langsung berhadapan dengan penyu Gili meno
setelah kawanan ikan-ikan kecil itu pergi, segerombolan ubur-ubur tumpah ruah di depan saya. saya hanya bisa pasrah. pasrah berenang sambil ditemani ubur-ubur yang selalu bikin gatal-gatal. alamak…. badan ini. banyak kenangan yang indah tapi tak sedikit kenangan kecewa dengan ubur-ubur yang selalu menganggu. snorkling kali benar-benar puas termasuk puas dikerjain oleh ubur-ubur. setelah menikmati snorkling di Gili Trawangan, kami pun siap-siap pulang ke Gili Air.

Sabtu, 27 April 2013

SERUNYA MENIKMATI PANTAI TANGSI, PINK BEACH-NYA ORANG LOMBOK


Salah satu Keajaiban Lombok adalah Pantai Pink. Di Dunia Ada 8 pantai yang pasirnya berwarna Pink. 2 dari 8 pantai itu ada di Indonesia. satu ada di Labuhan Bajo, Flores. dan satu lagi ada di Jerowaru, Lombok Timur, Lombok. yang menjadi pertanyaan adalah kenapa pantai itu berwarna Pink/Merah. Warna Merah Pasir ini berasal dari Terumbu Karang Merah yang terbawa ke pantai. Terumbu karang itu kemudian bercampur dengan pasir-pasir putih. pasir-pasir Putih yang bercampur dengan Karang Merah itulah yang terlihat seperti merah muda. so, tak heran, bila banyak orang yang membawa pasir-pasir ini ke dalam botol-botol. Seakan tak pernah habis menjelajahi Keindahan Alam yang yang disajikan oleh dua Nusa Tenggara ini. mari kita Nikmati dan syukuri indahnya alam Indonesia
Selamat datang di Pantai Tangsi (Pink Beach)
Selamat datang di Pantai Tangsi (Pink Beach)
Pantai Pink berada di pulau Lombok.Tepatnya, ujung tenggara pulau Lombok. Lokasinya berada di Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur. Saya pernah mendengar Pink Beach ini dari sahabat saya, Andri Anto Setiawan. Saya awalnya tidak percaya bahwa di lombok ada pantai Pink. setau saya, pantai Pink itu ada di Labuhan Bajo, Flores, Nusa Tenggara Timur.
Pada bulan Maret 2013, Saya mendapatkan tugas di Lombok Timur selama 8 hari, tapi waktu itu Saya tidak punya kesempatan untuk pergi ke sana. Jumat sore, 27 April 2013 salah satu teman memanggil saya, Yudion namanya. Mas, ayo kita Besok jalan-jalan ke Pink Beach bareng anak-anak!. sama siapa aja dan kita kesananya naik apa?, kata Saya. Sekitar 12 orang dan kita Pink Beach naik mobil sewa dan pinjaman, imbuhnya.
Persahatan bagai Kepompong
Persahatan bagai Kepompong
Hati saya kegirangan mendengar kabar gembira. Tanpa basa basi Saya langsung mengiyakan ajakan temanku ke Pink Beach.
Jam sudah menunjukkan 17.00 WITA. Waktunya pulang kantor. Saya pun langsung bergegas pulang ke kos yang letaknya tidak jauh dari kantor. Saya langsung rebahan di kamar kos. Saya senang Tapi Saya masih kepikiran ke Pink Beach. Kepikiran bukan karena Saya tidak senang mau ke Pink Beach, tapi, karena sebelumnya Saya sudah berjanji ke temanku yang lain. Wayan namnya. Dia adalah salah satu staf keamaman di kantor.
Ne Petunjuk menuju pantai Pink
Ne Petunjuk menuju pantai Pink
Saya pun bingung. Saya pun tertidur dengan kebingunganku. Setelah bangun pagi, Saya beranikan diri untuk memberitahu Wayan. Setelah ngobrol-ngobrol beberapa detik, Wayan tidak mempermasalahkan ku. Mungkin perlu rescheduling untuk pergi ke Kuta.
saat Jalan menurun anda akan menyaksikan yang seperti ini. aslinya airnya jernih..sayang kamera ngak bisa menangkap kejernihannya
saat Jalan menurun anda akan menyaksikan yang seperti ini. aslinya airnya jernih..sayang kamera ngak bisa menangkap kejernihannya
Saya memilih Pink Beach Bukan karena Pink Beach lebih indah, bukan pula pantai kuta tidak menarik. Saya lebih tertarik ke Pink Beach karena lokasinya lebih jauh, medannya lebih berat dan Pink Beach agak berat kalau seandainya dilaju dengan sepeda motor. Mumpung ada tumpangan mobil, pikirku.
Pantai Tangsi benar ngepink dah atau kuning yach
Pantai Tangsi benar ngepink dah atau kuning yach
28 April 2013, tepat pada hari sabtu jam 7.00 WITA, Saya sudah berada di kantor. Ibu Norma juga sudah datang. sebelas teman yang lain belum datang. Karena belum lengkap saya pun ke dapur kantor untuk sarapan yang sudah dibeli sebelum berangkat ke kantor.
Ne Pantai Tangsi sebelah kiri
Ne Pantai Tangsi sebelah kiri
Setelah sarapan selesai, Saya langsung ke depan lagi. Ternyata teman-temanku sudah berkumpul semua. Tiga mobil sudah berjejer di depan kantor. 13 orang berkumpul yang terdiri dari tujuh perempuan dan enam laki-laki. Jam 7.30 pm tepat, kami pun berangkat.
Perjalanan ini harus melewati dua kabupaten Lombok Barat dan Lombok Tengah kemudian baru Lombok Timur. Kecepatan rata-rata 80-90 Km/jam. Jalan-jalan bagus dan lancar. Melewati kecamatan jerowaru, kabupaten Lombok Timur terpaksa kami melambat karena jalan-jalan rusak. Bekas aspal-aspal terkelupas, bebatuan yang tidak rata. cukup lama kami di jalan yang rusak. Rumah-rumah penduduk di pinggir jalan banyak yang tidak teraliri listrik.
pasirnya seperti Cermin
pasirnya seperti Cermin
Di depan rumah penduduk banyak jagung-jagung yang dijemur. Penduduk di sini memang banyak yang berprofesi sebagai petani penanam jagung. Karena memang tanah disini cocok untuk ditanami jagung. Setelah 2 jam perjalanan akhirnya kami tiba. Dan beberapa pemandu parkir langsung mengatur mobil yang kami tumpangi. Saat berjalan di pintu masuknya ada tulisan “Pantai Pink”.
Persahabatn bagai kepompong lagi dah
Persahabatn bagai kepompong lagi dah
Nama asli pantai ini adalah sebetulnya pantai Tangsi. Mungkin untuk rebranding pantai ini sehingga nama ini mudah diingat. Itulah perlunya branding. Sayang, pemerintah kabupaten Lombok Timur belum optimal dalam mem-branding infrastruktur jalan menuju pantai Tangsi ini.
Ketika Saya mencoba melihat pantainya. Ternyata pantainya masih jauh sekitar 300 meter dari jalan raya. Jalannya pun berbatu dan kanan kiri masih berupa semak-semak. Tukang parkir menyarankan agar mobilnya di parkir di atas saja. Perkiraan saya saat itu selain memang jalannya rusak, duit parkirnya bisa untuk si tukang parkir.
Gili Petelu dari Belakang
Gili Petelu dari Belakang
Kalau mau memaksa, Sebetulnya kita bisa parkir mobil kami di dekat pantai. Tapi, kita akan kesusahan saat baliknya nanti, karena jalannya menanjak dengan jalan rusak. Mungkin kami bisa menggunakan mobil ke dekat pantai kalau menggunakan mobil 4WD.
Saya harus menuruni jalan yang tidak rata dan berbatu. Saya pun bisa melihat indahnya pantai Pink dari kejauhan. Warna airnya begitu biru dan jernih. Sebelah kanan pantai, ada tanjung pantai pink yang ujungnya agak menjorok ke laut. Dengan adanya tanjung itu, air laut disisi kirinya tampak begitu beda dengan sisi lainnya. Airnya terlihat begitu tenang dan biru.
kerennnn kan
kerennnn kan
Saking biru dan jernihnya, dalam hati aku pengin nyebur di laut tersebut. Saya pun tertinggal dari rombongan. Saya masih melihat beberapa turis jepang yang sedang mengambil foto dengan latar belakang tanjung tersebut.
Setelah sampai di pantai Tangsi, rombongan kami semuanya kebelet pipis barengan baik yang cewek dan cowok. Karena fasilitas yang ada disini belum ada, akhirnya yang cewek pinjam kamar mandi penduduk yang ada di situ. Sedangkan yang cowok mencari semak-semak yang bisa digunakan untuk tujuan menuntaskan hajatnya.
Di rumah penduduk yang kami singgahi, juga berjualan makanan ringan dan minuman. Saya coba perhatikan belum ada fasilitas yang dibangun pemerintah seperti Gazebo dll. Barangkali di sini ada penginapan, saya melihat sekeliling pantai. Ada dua penginapan berbentuk cottage yang berada di sisi kiri jalan menuju pantai.
benar-benar menggoda ne pantainya...ajib
benar-benar menggoda ne pantainya…ajib
Penginapannya berada di atas bukit dan viewnya langsung menghadap ke Pantai. Jika ingin melihat matahari terbit, maka anda wajib menginap di cottage ini. Saat pagi hari membuka pintu kamar anda. Anda bisa melihat suasana pantai Tangsi saat matahari terbit muncul di balik tanjung Tangsi ini. Indahnya… semoga suatu saat bisa menikmati matahari terbit dari cottage ini
Setelah urusan menuntaskan hajat hidup orang banyak selesai, saya dan kawa-kawan langsung menuju ke pantai. Saya pun coba mengambil satu genggam pasir. Benar pasirnya berwarna putih bercampur dengan pasir yang berwarna merah. Pasir merah ini berasal dari pecahan karang merah, sehingga memancarkan warna kemerah-merahan di pantai. Sisi kiri pantai langsung berbatasan dengan tanjung Tangsi.
tebing di saat menuju Gili Petelu
tebing di saat menuju Gili Petelu
beberapa turis jepang menyewa perahu untuk menjelajahi keindahan sekitar pantai pink. Tidak selang beberapa lama beberapa nelayan menawari kami untuk pergi ke pantai yang pasirnya lebih pink. menurutnya bahkan lebih pink dari pantai pantai pink itu sendiri, Tanjung Tengah namanya.
Tepat jam 11.00 pm wita, beberapa kawan sepakat untuk menyeberangi pantai Tanjung Tengah, Pantai Sedui, dan Gili Petelu. Kami coba menawar dua perahu kecil untuk 13 orang. Akhirnya kami dapat 200 ribu rupiah per perahu. Beberapa kawan Saya coba menawar alat snorkeling, kami pun dapat dengan harga sewa 15 ribu per set.
dua perahu pun telah disiapkan oleh dua pemandu. Beberapa orang temasuk pengin berebut ke perahu yang lebih bagus, termasuk saya. Sayang, saya sudah keduluan sama teman yang lain. Saya pun terpaksa naik ke perahu yang kedua.
siap-siap meninggalkan Pantai Tangsi menuju Gili Petelu
siap-siap meninggalkan Pantai Tangsi menuju Gili Petelu
Tujuh orang di perahu satu dan enam orang di perahu dua, Saya termasuk di perahu yang kedua. Perahu satu sudah berangkat duluan, sedangkan perahu dua masih baru siap-siap. Tidak berapa lama kamipun juga berangkat. Pemandunya memberitahu kami bahwa kami akan pergi ke pantai yang terjauh hingga yang terdeket. Yaitu mulai dari Tanjung tengah, pantai Sedui, sampai Gili Petelu. Pemandu perahu memberi tahu kami bahwa perahu satu memang tidak terlalu bagus Sehingga berangkat duluan. Dan perahu ini mesinnya lebih baru walau tampilannya lama.
Batu Karang Merah
Batu Karang Merah
Perahu dua semakin menjauh dan meninggalkan perahu dua. kami pun menyuruh pemandu perahu untuk mengejar perahu satu. perahu dua pun akhirnya bisa mengejar. Tidak hanya mengejar, kami pun bisa mendahului mereka. Saat menyalip mereka itu lah, rombongan perahu dua bersorak sorai karena berhasil mengejar. Perahu dua pun sudah tinggal landas menjauhi perahu satu.
Laut di Pantai Tangsi
Laut di Pantai Tangsi
Tujuan kami yang pertama adaalah ke Tanjung Tengah. sepanjang perjalanan menuju Tanjung Tengah, kami melihat pemandangan-pemandangan yang indah, air lautnya begitu biru. Di tengah perjalanan kami melihat tebing-tebing. Tebing-tebing itu ada yang berlubang bagian tengahnya. Dalam hati pengin berhenti dulu di situ.
Tidak berapa lama lagi Saya melihat pulau kecil yang ada di tengah laut. Pemandu kami memberitahu kami bahwa itu adalah Gili Petelu. Gili memiliki arti pulau kecil. ratusan bahkan ribuan Gili yang ada di seluruh provinsi Nusa Tenggara Barat menjadi daya tarik tersendiri. Termasuk tiga Gili TraMenA (Trawangan, Meno, dan Air) yang sudah banyak dikenal. (bersambung)