Halaman

Menu

Home

Minggu, 17 November 2013

PANTAI EKAS, KAMPUNG NELAYAN

Pantai Ekas, Kampung Nelayan (Tourdelotim)

Pantai Ekas itu Emang Indah
Pantai Ekas itu Emang Indah
Pantai Ekas merupakan salah satu pantai yang ingin kami petualangi. termasuk beruntung pantai Ekas bisa dikunjungi oleh kita-kita yang kece abis ini. eh bukannya kita-kita ne yang beruntung bisa berkunjung ke Pantai Ekas.
Lokasi Pantai Ekas berada di Pesisir Selatan Lombok, Desa Pemongkong, Kec. Jerowaru, Lombok Timur. Tujuan Petualangan Kami kali ini adalah ingin menelanjangi pantai-pantai di daerah Jerowaru, Lombok Timur.
Dina, Dwi Yoga dan Dion
Dina, Dwi Yoga dan Dion
Memang, pantai-pantai di Daerah Kecamatan Jerowaru sangatlah menggoda untuk dikunjungi. sebut saja Pantai Tangsi (Pantai Pink) juga berada di daerah jerowaru. ataupun pantai-pantai lain seperti Pantai Surga, Pantai Sungkun, pantai Dagong, Pantai Cemara, Pantai Semerang termasuk red river, Pantai Kaliantan dan Pantai Serewe.
Dari semua pantai yang ada di Kecamatan Jerowaru ini hanya pantai Pantai Tangsi yang sudah saya kunjungi. bahkan saya pernah menulisnya dalam serial pantai Tangsi (silahkan baca disini). nah untuk yang selain Pantai Tangsi itu, saya akan bahas satu per satu di mulai Pantai Ekas ini.
ayo bergaya masing-masing
ayo bergaya masing-masing
pantai Ekas ataupun pantai lain yang sejalur dengan pantai Ekas ini hanya bisa ditempuh menggunakan kendaraan pribadi. tak ada Bis mini Tujuan Pantai Ekas. hehe. apalagi Busway atau monorel. sebaiknya kita memanfaatkan kecanggihan mbah “Google Map” sebagai penunjuk jalan. tapi jangan salah, tak semua pantai di Ekas dan sekitarnya dikenal oleh mbah Google itu. seperti salah satu teman saya mencoba mengetik Pantai Ekas di Google Map. hasilnya adalah NIHIL
lebih baik menggunakan petunjuk-petunjuk jalan, petunjuk jalan di Lombok Timur ini lumayan lengkap kug. butuh sekitar 2.5 jam untuk menuju pantai Ekas ini.
Dian bergaya
Dian bergaya
Masuk ke dalam kawasan Pantai Ekas seperti masuk Perkampungan Nelayan. tak terlihat bahwa dibalik kampung Nelayan ini, ada Pantai yang indah. Beberapa Nelayan terlihat sibuk merajut jaring-jaring di bawah tenda terbuka. Nelayan yang lain sibuk mengangkat perlengkapan untuk melaut.
suasana hari yang agak mendung tak menghalangi para Nelayan untuk melaut. awan-awan itu tersebar di Langit Ekas, menutupi sinar matahari yang datang. sesekali awan itu membiarkan sinarnya menembus sang Bumi.
Dina dan Perahu
Dina dan Perahu
Pantai Ekas ini berada di kawasan Teluk. Teluk Ekas namanya. saat kita berdiri di Pantai Ekas ini, kita langsung bisa melihat dengan jelas putih bersih pantai yang ada di seberang sana. pantai yang di seberang sana sudah termasuk pantai Kabupaten lain yaitu kabupaten Lombok Tengah. mungkin salah satu pantai yangmenghadap ekas ini adalah Pantai Bumbang dan Pantai Gerupuk
karena berada dikawasan teluk, Gelombang air lautnya begitu tenang. Air Lautnya jernih dengan gradasi biru tocscha-nya. Kawasan Teluk Pantai Ekas dipenuhi perahu-perahu nelayan. profesi Nelayan sudah menjadi mayoritas profesi penduduknya. perahu-perahu yang memenuhi Teluk Ekas mencerminkan profesi penduduknya.
siap2 meninggalkan Kawasan Nelayan
siap2 meninggalkan Kawasan Nelayan
Garis Pantainya Panjang.  sekitar 300 Meter dari tempat saya berdiri, ada pantai yang menjorok ke laut. pantai yang menjorok ke laut terlihat tak ada bekas rerumputan di pantainya, jauh lebih bersih. sayang, rombongan kami harus buru-buru pergi meninggalkan pantai Ekas. kami masih harus menelanjangi pantai yang lain. padahal dalam hati, saya masih ingin berlama-lama, berjalan-jalan di pesisirnya, ngobrol panjang lebar dengan para nelayan.
sang Perahu
sang Perahu
itulah sekelumit catatan saya tentang Pantai Ekas yang penuh warna, membekas dalam fikiran saya, dan temen-teman saya, Dion, Ilul, Dina,  Dewi, dan Dwiyoga. dan tak lupa saya haturkan terima kasih kepada Nelayan yang perahunya sudi diduduki dina hanya untuk sekedar bernarsis ria.
Pantai Ekas. yuk Mari
Pantai Ekas. yuk Mari
mari lanjut berpetualang. The next is pantai Surga.
semua catatan petualangan saya kali ini, saya tulis menggunakan Hp jadul saya. saya menulis di  dalam mobil sewaan saat perjalanan pulang dari Pantai Kaliantan, Lombok Tengah.

Sabtu, 04 Mei 2013

INDAHNYA PANTAI MAWUN DI SELAT(AN) LOMBOK

Pantai Mawun, tapal kuda alam

04 mei 2013
Selamat datang di Pantai Mawun
Selamat datang di Pantai Mawun
Perjalanan Kali ini, saya akan menceritakan perjalanan saya dan kawan-kawan selama hari sabtu tanggal 4 Mei 2013. Sabtu pagi-pagi saya dan kawan-kawan akan melakukan perjalanan ke beberapa pantai yang berlokasi di Lombok Tengah/Lombok selatan.
Pantai Mawun benar-benar surga
Pantai Mawun benar-benar surga
Rencananya kita akan mengunjungi empat lokasi pantai yaitu pantai Selong Belanak, pantai Mawun, pantai Kuta dan pantai Tanjung Aan.
Saya, Jamilul khuluk (Ilul), Dina Antariska Sari (Dina) sudah berkumpul di kantor kecuali Gusti Dian Prayogi (Dian), Dewi Ryan Agustin (Dewi). Ternyata Dewi pulang lagi ke kos karena mau mengambil kecamata hitam kesukaannya. Tidak Selang beberapa menit dewi dan dian pun datang dengan kacamata kebesarannya.
Dua Perahu
Dua Perahu
Kami masih menunggu rental mobil yang sedang on the way ke sini. Kami pun sambil ngobrol siapa yang akan jadi driver. Dari hasil obrolan tersebut, dapat diketahui bahwa yang bisa naik mobil adalah dua cewek yaitu Dina dan Dewi.
Pantainya Panjang, Lumayan Capek jalan sepanjang pesisir pantainya
Pantainya Panjang, Lumayan Capek jalan sepanjang pesisir pantainya
Herannya dua cowok ini tidak berguna karena tidak ada yang tahu membawa mobil. Lebih herannya lagi adalah saya, paling tua tetapi paling tidak tahu membawa mobil. Karena merasa malu cowok-cowok disupiri oleh cewek, akhirnya saya mencoba nyeletuk “sekarang kan jamannya emansipasi” (sambil muka tertunduk ke bawah).
Bukit Mawun seperti kepala Ular
Bukit Mawun seperti kepala Ular
Akhirnya mobil rental yang ditunggu datang. Sudah diputuskan bahwa Dewi yang membawa berangkatnya, sedangkan Dina membawa pulangnya. Ilul duduk di depan, sebelah kiri dewi, sebagai penunjuk jalan. Kami pun berangkat melalui jalur lingkar selatan menuju arah bandara. Karena indikator bensin mendekati merah. Kami pun belok ke pom bensin untuk mengisi penuh bensin.
Perahu Cemara
Perahu Cemara
Setelah hampir perjalanan 1 jam, kami pun berhenti untuk membeli bekal 5 bungkus nasi dan pisang goreng. Kami pun berangkat lagi. Penunjuk arah, ilul mulai kebingungan. dia mulai mengingat-ngingat jalan ke pantai, tapi dia tetap belum bisa mengumpul memori ingatannya. Saat melewati pasar ada dua cabang jalan yang membuat ilul tambah kebingungan.
airnyaaaa bening, bersih....yukkkk nyeburr
airnyaaaa bening, bersih….yukkkk nyeburr
Mulailah kita berempat memarahi si ilul. Akhirnya, mendapat serangan dari para cewek. Tidak mungkin berhenti walau sebentar karena suasana pasar sedang ramai dan ada polisi di pertigaan. Tepat di pertigaan tersebut, akhirnya si dewi berinisiatif mengambil jalur kiri.
Dina mulai nyeburr
Dina mulai nyeburr
Di depan ternyata ada petunjuk jalan ke arah kuta. Sehingga selamatlah ilul dari omelan dari para cewek. Si Dewi makin semangat melaju mobilnya, kebetulan jalanannya halus dan sepi.
yang lain pada nyusul nyebur....tak tahan  kalo ngak nyebur
yang lain pada nyusul nyebur….tak tahan kalo ngak nyebur
Celakanya adalah ada perempatan, tambah bingung lah si ilul. Yang pertigaan aja bingung apalagi yang perempatan hahaha. Ilul kena lagi oleh ocehan teman-teman lain. Akhirnya diputuskan jalan kedua yang akan dilewati. Selang beberapa menit Ilul mulai mengingat-ingat lagi. Ilul pun memberi petunjuk bahwa di sini namanya selong belanak.
beningggggggg
beningggggggg
Kami pun memutuskan berhenti , ternyata pantai selong belanak bukan di tempat kami berhenti ini. Setelah kami turun, baru kami mengerti bahwa pantai selong belanak masih ada di seberang. Memang pantainya yang putih terlihat dari sini. Saya pun tertarik kesana. Sayang keinginan ini harus terkubur jauh-jauh.
nikmatin pasir Pantai Mawun
nikmatin pasir Pantai Mawun
Setelah ngobrol bersama, akhirnya diputuskan bahwa pantai yang akan dikunjungi adalah pantai yang terjauh.  Kami pun naik mobil lagi menuju pantai selanjutnya, yaitu pantai mawun. Dewi pun melaju mobil lagi. Ilul pun tetap duduk di samping dewi sebagai penunjuk jalan.
Bercengkrama
Bercengkrama
Di mobil pun kita masih ngobrol arah menuju pantai mawun. Ilul pun seakan tidak bertanggung jawab. Karena dia selalu bingung ketika ditanya arah ke pantai mawun. Dewi pun tetap melaju mobilnya pelan-pelan. perjalanan sekitar 20 menit, ada petunjuk arah menuju mawun.
Teman-teman yang lain juga mengiyakan bahwa itu petunjuk ke mawun. Tapi si Ilul tetap ngotot bahwa pantai mawun lurus terus. Akhirnya kami mengikuti kemauan si Ilul. kami berpapasan dengan turis yang jalan berlawanan dengan kami.
duduk di bawah bukit mawun saat airnya masih surut
duduk di bawah bukit mawun saat airnya masih surut
Kami pun mulai ragu dengan ilul. terbukti sejak dari tadi selalu meragukan. Akhirnya kami memutuskan untuk bertanya ke orang kampung di sekitar sini. Si ilul langsung turun dari mobil dan bertanya ke penjual warung. Ternyata benar bahwa pantai mawun itu di petunjuk arah tadi. Si Ilul kena omelan dan ocehan kami semua.
Tidak lama, kami pun sudah sampai  di pantai mawun. Setelah turun dari mobil. Saya langsung melihat  pantai mawun yang begitu putih, bersih. Airnya pun jernih  berwarna kebiruan . Biru tosca. Saya melihat beberapa fasilitas yang baru dibangun di sekitar pantai seperti Gazebo dan kamar kecil. 
pantai Mawun sebelah Kiri
pantai Mawun sebelah Kiri
Gazebo ini tambah mempercantik pantai mawun dan membuat betah pengunjung.  Ada sekitar lima Gazebo disisi kiri saya, jarak antara gazebo satu dengan yang lainnya sekitar 5 meter.  Di sisi kanan saya ada kamar kecil yang juga baru selesai baru bangun.
Saya dan teman-teman menaruh perlengkapan yang kami bawa di salah satu Gazebo yang paling dekat dengan mobil. Saking takjubnya dengan pasir putihnya. Saya pun langsung melepas sandal dan membawa kamera saya.
Teman-teman yang lain pun langsung ikut turun ke pantai mawun. Hanya Ilul yang tidak langsung turun ke pantai karena dia memang sudah pernah ke sini. Saya hanya mengagumi ciptakan Tuhan yang sangat indah ini. saya tidak pernah mengunjungi pantai yang seindah pantai mawun Sebelumnya.
berjalan di bawah bukit mawun
berjalan di bawah bukit mawun
Lalu kenapa pantai Mawun ini terlihat indah bagi saya. Pantai mawun ini hampir berbentuk bulat kira-kira 270°. Pantai mawun terlihat masih “virgin” dan bersih. Airnya begitu tenang dan jernih mungkin karena ini masuk kawasan teluk mawun.  Jernihnya air bisa dibuktikan dengan cara menceburkan diri ke air, maka kaki akan keliatan dari atas.
Akan lebih indah lagi kalau ikut berenang di pantai mawun. Sedari awal, saya tidak ada rencana mandi. Karena males ganti bajunya. Lain dipikiran, lain di hati. Ternyata hati saya kepincut untuk menyeburkan diri merasakan ketenangan pantai dan kejernihannya.
Pesona Pantai Mawun
Pesona Pantai Mawun
Lain saya, lain juga dengan dewi yang tidak membawa baju ganti. Dewi memang tidak ada rencana untuk mandi. Bahkan mungkin bagi dewi lebih baik lupa bawa baju pengganti daripada lupa membawa kacamata hitam kesayangannya.
Dia sering bolak balik gazebo karena lupa membawa Kacamata kesayangannya. Lain Dewi, lain juga dengan si Dian yang sukanya selalu teriak histeris “hai buleeeeeeeee” ketika melihat turis cowok… (ayo Dian ngaku…) hehe..bahkan saat di dalam mobil Dian sering histeris teriakin para bule itu…hehe
empat Serangkai
empat Serangkai
Nah dalam bidang renang ini saya bagi dalam tiga kategori. Kategori pertama adalah orang paling pinter renang yaitu ilul. kelihaian ilul terlihat dari cara dan gerakannya dalam berenang. Ilul juga lah yang membantu (lebih tepatnya mengajari Dewi berenang).
Kategori kedua adalah golongan pertengahan  yaitu saya, dina dan dewi , nah sedangkan Dian ini termasuk dalam golongan orang-orang terbelakang hehehe. Maaf ya dian, masak kamu berenangnya di pinggir-pinggir pantai aja sih.
di Balik Pantai ini langsun Laut loh yaa
di Balik Pantai ini langsung Laut loh yaa
Dian hanya berani berenang kalau badannya terbagi jadi dua bagian, satu bagian untuk di laut dan bagian lain untuk daratan. Dian mau ke agak tengah giliran mau difoto. Yaa begitu lah dian dengan segala keunikannya.
Lalu ada yang tanya terus keunikan saya apa yach?. keunikan saya adalah jarang narcis karena memang tugasnya saya membuat orang narsis orang lain hehe. kalo dina gimana? dina menurutku sih orangnya perfeksionis. paling anti orang yang membuang sampah sembarangan.
kalau mau tau gimana dina cerewet saat melihat orang lain buang sampah sembarangan, silahkan tanya si Ilul. Ilul pasti tahu itu. Heeh.
asikkkk neh nyelup di pantai airnya begini
asikkkk neh nyelup di pantai airnya begini
Setelah cukup berenang dan berjalan-jalan di pantai mawun, akhirnya kami semua naik untuk melanjutkan perjalanan yang selanjutnya. Perjalanan kami terhenti oleh ibu-ibu yang menjual kain tenun dan batik khas mataram di gazebo. Kami pun melakukan tawar menawar harga. Jika anda pergi pantai mawun pastilah anda tahu dengan dua orang ibu ini. namanya ibu Aldy dan ibu Merry.
nah transportasi ke pantai mawun ini bisa ditempuh dengan dua jalur yaitu jalur Kuta dan jalur Selong belanak. tidak usah kwawatir jalan ke pantai mawun semuanya jalannya bagus-bagus walaupun pantai mawun berada di daerah pegunungan.
duduk di atas Pantai yang berpola
duduk di atas Pantai yang berpola
bahkan jalan dari kuta ke arah mawun akan diperlebar. anda bisa menggunakan sepeda motor atau mobil. saya pun sudah menggunakan keduanya. gimana anda tertarik ke pantai mawun. daripada penasaran. mending datang aja langsung ke pantainya.
Yuk kita   udahi dulu jalan-jalan di pantai Mawun, siap-siap tour de Kuta

Sabtu, 27 April 2013

SERUNYA MENIKMATI PANTAI TANGSI, PINK BEACH-NYA ORANG LOMBOK


Salah satu Keajaiban Lombok adalah Pantai Pink. Di Dunia Ada 8 pantai yang pasirnya berwarna Pink. 2 dari 8 pantai itu ada di Indonesia. satu ada di Labuhan Bajo, Flores. dan satu lagi ada di Jerowaru, Lombok Timur, Lombok. yang menjadi pertanyaan adalah kenapa pantai itu berwarna Pink/Merah. Warna Merah Pasir ini berasal dari Terumbu Karang Merah yang terbawa ke pantai. Terumbu karang itu kemudian bercampur dengan pasir-pasir putih. pasir-pasir Putih yang bercampur dengan Karang Merah itulah yang terlihat seperti merah muda. so, tak heran, bila banyak orang yang membawa pasir-pasir ini ke dalam botol-botol. Seakan tak pernah habis menjelajahi Keindahan Alam yang yang disajikan oleh dua Nusa Tenggara ini. mari kita Nikmati dan syukuri indahnya alam Indonesia
Selamat datang di Pantai Tangsi (Pink Beach)
Selamat datang di Pantai Tangsi (Pink Beach)
Pantai Pink berada di pulau Lombok.Tepatnya, ujung tenggara pulau Lombok. Lokasinya berada di Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur. Saya pernah mendengar Pink Beach ini dari sahabat saya, Andri Anto Setiawan. Saya awalnya tidak percaya bahwa di lombok ada pantai Pink. setau saya, pantai Pink itu ada di Labuhan Bajo, Flores, Nusa Tenggara Timur.
Pada bulan Maret 2013, Saya mendapatkan tugas di Lombok Timur selama 8 hari, tapi waktu itu Saya tidak punya kesempatan untuk pergi ke sana. Jumat sore, 27 April 2013 salah satu teman memanggil saya, Yudion namanya. Mas, ayo kita Besok jalan-jalan ke Pink Beach bareng anak-anak!. sama siapa aja dan kita kesananya naik apa?, kata Saya. Sekitar 12 orang dan kita Pink Beach naik mobil sewa dan pinjaman, imbuhnya.
Persahatan bagai Kepompong
Persahatan bagai Kepompong
Hati saya kegirangan mendengar kabar gembira. Tanpa basa basi Saya langsung mengiyakan ajakan temanku ke Pink Beach.
Jam sudah menunjukkan 17.00 WITA. Waktunya pulang kantor. Saya pun langsung bergegas pulang ke kos yang letaknya tidak jauh dari kantor. Saya langsung rebahan di kamar kos. Saya senang Tapi Saya masih kepikiran ke Pink Beach. Kepikiran bukan karena Saya tidak senang mau ke Pink Beach, tapi, karena sebelumnya Saya sudah berjanji ke temanku yang lain. Wayan namnya. Dia adalah salah satu staf keamaman di kantor.
Ne Petunjuk menuju pantai Pink
Ne Petunjuk menuju pantai Pink
Saya pun bingung. Saya pun tertidur dengan kebingunganku. Setelah bangun pagi, Saya beranikan diri untuk memberitahu Wayan. Setelah ngobrol-ngobrol beberapa detik, Wayan tidak mempermasalahkan ku. Mungkin perlu rescheduling untuk pergi ke Kuta.
saat Jalan menurun anda akan menyaksikan yang seperti ini. aslinya airnya jernih..sayang kamera ngak bisa menangkap kejernihannya
saat Jalan menurun anda akan menyaksikan yang seperti ini. aslinya airnya jernih..sayang kamera ngak bisa menangkap kejernihannya
Saya memilih Pink Beach Bukan karena Pink Beach lebih indah, bukan pula pantai kuta tidak menarik. Saya lebih tertarik ke Pink Beach karena lokasinya lebih jauh, medannya lebih berat dan Pink Beach agak berat kalau seandainya dilaju dengan sepeda motor. Mumpung ada tumpangan mobil, pikirku.
Pantai Tangsi benar ngepink dah atau kuning yach
Pantai Tangsi benar ngepink dah atau kuning yach
28 April 2013, tepat pada hari sabtu jam 7.00 WITA, Saya sudah berada di kantor. Ibu Norma juga sudah datang. sebelas teman yang lain belum datang. Karena belum lengkap saya pun ke dapur kantor untuk sarapan yang sudah dibeli sebelum berangkat ke kantor.
Ne Pantai Tangsi sebelah kiri
Ne Pantai Tangsi sebelah kiri
Setelah sarapan selesai, Saya langsung ke depan lagi. Ternyata teman-temanku sudah berkumpul semua. Tiga mobil sudah berjejer di depan kantor. 13 orang berkumpul yang terdiri dari tujuh perempuan dan enam laki-laki. Jam 7.30 pm tepat, kami pun berangkat.
Perjalanan ini harus melewati dua kabupaten Lombok Barat dan Lombok Tengah kemudian baru Lombok Timur. Kecepatan rata-rata 80-90 Km/jam. Jalan-jalan bagus dan lancar. Melewati kecamatan jerowaru, kabupaten Lombok Timur terpaksa kami melambat karena jalan-jalan rusak. Bekas aspal-aspal terkelupas, bebatuan yang tidak rata. cukup lama kami di jalan yang rusak. Rumah-rumah penduduk di pinggir jalan banyak yang tidak teraliri listrik.
pasirnya seperti Cermin
pasirnya seperti Cermin
Di depan rumah penduduk banyak jagung-jagung yang dijemur. Penduduk di sini memang banyak yang berprofesi sebagai petani penanam jagung. Karena memang tanah disini cocok untuk ditanami jagung. Setelah 2 jam perjalanan akhirnya kami tiba. Dan beberapa pemandu parkir langsung mengatur mobil yang kami tumpangi. Saat berjalan di pintu masuknya ada tulisan “Pantai Pink”.
Persahabatn bagai kepompong lagi dah
Persahabatn bagai kepompong lagi dah
Nama asli pantai ini adalah sebetulnya pantai Tangsi. Mungkin untuk rebranding pantai ini sehingga nama ini mudah diingat. Itulah perlunya branding. Sayang, pemerintah kabupaten Lombok Timur belum optimal dalam mem-branding infrastruktur jalan menuju pantai Tangsi ini.
Ketika Saya mencoba melihat pantainya. Ternyata pantainya masih jauh sekitar 300 meter dari jalan raya. Jalannya pun berbatu dan kanan kiri masih berupa semak-semak. Tukang parkir menyarankan agar mobilnya di parkir di atas saja. Perkiraan saya saat itu selain memang jalannya rusak, duit parkirnya bisa untuk si tukang parkir.
Gili Petelu dari Belakang
Gili Petelu dari Belakang
Kalau mau memaksa, Sebetulnya kita bisa parkir mobil kami di dekat pantai. Tapi, kita akan kesusahan saat baliknya nanti, karena jalannya menanjak dengan jalan rusak. Mungkin kami bisa menggunakan mobil ke dekat pantai kalau menggunakan mobil 4WD.
Saya harus menuruni jalan yang tidak rata dan berbatu. Saya pun bisa melihat indahnya pantai Pink dari kejauhan. Warna airnya begitu biru dan jernih. Sebelah kanan pantai, ada tanjung pantai pink yang ujungnya agak menjorok ke laut. Dengan adanya tanjung itu, air laut disisi kirinya tampak begitu beda dengan sisi lainnya. Airnya terlihat begitu tenang dan biru.
kerennnn kan
kerennnn kan
Saking biru dan jernihnya, dalam hati aku pengin nyebur di laut tersebut. Saya pun tertinggal dari rombongan. Saya masih melihat beberapa turis jepang yang sedang mengambil foto dengan latar belakang tanjung tersebut.
Setelah sampai di pantai Tangsi, rombongan kami semuanya kebelet pipis barengan baik yang cewek dan cowok. Karena fasilitas yang ada disini belum ada, akhirnya yang cewek pinjam kamar mandi penduduk yang ada di situ. Sedangkan yang cowok mencari semak-semak yang bisa digunakan untuk tujuan menuntaskan hajatnya.
Di rumah penduduk yang kami singgahi, juga berjualan makanan ringan dan minuman. Saya coba perhatikan belum ada fasilitas yang dibangun pemerintah seperti Gazebo dll. Barangkali di sini ada penginapan, saya melihat sekeliling pantai. Ada dua penginapan berbentuk cottage yang berada di sisi kiri jalan menuju pantai.
benar-benar menggoda ne pantainya...ajib
benar-benar menggoda ne pantainya…ajib
Penginapannya berada di atas bukit dan viewnya langsung menghadap ke Pantai. Jika ingin melihat matahari terbit, maka anda wajib menginap di cottage ini. Saat pagi hari membuka pintu kamar anda. Anda bisa melihat suasana pantai Tangsi saat matahari terbit muncul di balik tanjung Tangsi ini. Indahnya… semoga suatu saat bisa menikmati matahari terbit dari cottage ini
Setelah urusan menuntaskan hajat hidup orang banyak selesai, saya dan kawa-kawan langsung menuju ke pantai. Saya pun coba mengambil satu genggam pasir. Benar pasirnya berwarna putih bercampur dengan pasir yang berwarna merah. Pasir merah ini berasal dari pecahan karang merah, sehingga memancarkan warna kemerah-merahan di pantai. Sisi kiri pantai langsung berbatasan dengan tanjung Tangsi.
tebing di saat menuju Gili Petelu
tebing di saat menuju Gili Petelu
beberapa turis jepang menyewa perahu untuk menjelajahi keindahan sekitar pantai pink. Tidak selang beberapa lama beberapa nelayan menawari kami untuk pergi ke pantai yang pasirnya lebih pink. menurutnya bahkan lebih pink dari pantai pantai pink itu sendiri, Tanjung Tengah namanya.
Tepat jam 11.00 pm wita, beberapa kawan sepakat untuk menyeberangi pantai Tanjung Tengah, Pantai Sedui, dan Gili Petelu. Kami coba menawar dua perahu kecil untuk 13 orang. Akhirnya kami dapat 200 ribu rupiah per perahu. Beberapa kawan Saya coba menawar alat snorkeling, kami pun dapat dengan harga sewa 15 ribu per set.
dua perahu pun telah disiapkan oleh dua pemandu. Beberapa orang temasuk pengin berebut ke perahu yang lebih bagus, termasuk saya. Sayang, saya sudah keduluan sama teman yang lain. Saya pun terpaksa naik ke perahu yang kedua.
siap-siap meninggalkan Pantai Tangsi menuju Gili Petelu
siap-siap meninggalkan Pantai Tangsi menuju Gili Petelu
Tujuh orang di perahu satu dan enam orang di perahu dua, Saya termasuk di perahu yang kedua. Perahu satu sudah berangkat duluan, sedangkan perahu dua masih baru siap-siap. Tidak berapa lama kamipun juga berangkat. Pemandunya memberitahu kami bahwa kami akan pergi ke pantai yang terjauh hingga yang terdeket. Yaitu mulai dari Tanjung tengah, pantai Sedui, sampai Gili Petelu. Pemandu perahu memberi tahu kami bahwa perahu satu memang tidak terlalu bagus Sehingga berangkat duluan. Dan perahu ini mesinnya lebih baru walau tampilannya lama.
Batu Karang Merah
Batu Karang Merah
Perahu dua semakin menjauh dan meninggalkan perahu dua. kami pun menyuruh pemandu perahu untuk mengejar perahu satu. perahu dua pun akhirnya bisa mengejar. Tidak hanya mengejar, kami pun bisa mendahului mereka. Saat menyalip mereka itu lah, rombongan perahu dua bersorak sorai karena berhasil mengejar. Perahu dua pun sudah tinggal landas menjauhi perahu satu.
Laut di Pantai Tangsi
Laut di Pantai Tangsi
Tujuan kami yang pertama adaalah ke Tanjung Tengah. sepanjang perjalanan menuju Tanjung Tengah, kami melihat pemandangan-pemandangan yang indah, air lautnya begitu biru. Di tengah perjalanan kami melihat tebing-tebing. Tebing-tebing itu ada yang berlubang bagian tengahnya. Dalam hati pengin berhenti dulu di situ.
Tidak berapa lama lagi Saya melihat pulau kecil yang ada di tengah laut. Pemandu kami memberitahu kami bahwa itu adalah Gili Petelu. Gili memiliki arti pulau kecil. ratusan bahkan ribuan Gili yang ada di seluruh provinsi Nusa Tenggara Barat menjadi daya tarik tersendiri. Termasuk tiga Gili TraMenA (Trawangan, Meno, dan Air) yang sudah banyak dikenal. (bersambung)

Sabtu, 17 November 2012

POHON SUKUN YANG MENJADI INSPIRASI BUNG KARNO

 Taman Perenungan Bung Karno

Taman Perenungan Bung Karno
Taman Renungan Bung Karno
Ende, itulah salah satu kabupaten yang ingin saya kunjungi sejak pertama kali menginjakkan kaki di Bumi Flobamora, Nusa Tenggara Timur pada tahun 2007. bahkan saya pernah berjanji saya tidak akan pernah meninggalkan Nusa Tenggara Timur jikalau belum mengunjungi Danau Kelimutu tiga warna di Ende. Bahkan saya sering memberitahu janji itu ke teman-teman kantor saya. Janji itu seakan terpatri dalam otakku hingga suatu saat saya mendapatkan tugas untuk melakukan survey seluruh hotel yang ada di kabupaten Ende dan Maumere.
Bukit-bukit yang terlihat dari pesawat susi Air
Bukit-bukit yang terlihat dari pesawat susi Air
Yaitu tepat pada tanggal 17 November 2012 saya berangkat dari Bandara El Tari di Kupang dengan tujuan Bandara H. Hasan Aroeboesman di Ende. Saya berangkat bersama dengan bu Yoh dan anaknya, Jaky pada pukul 05.30 Wita. perjalanan kami sangat mengasikkan. Kami menggunakan pesawat kecil dengan penumpang hanya 11 orang. pilotnya pun asik bahkan saat pesawat sudah take off. Sang pilot Bule itu malah sibuk menelpon. Saya pun heran kenapa pesawat kecil bisa menelpon seenaknya. Maklum selama ini saya hanya menggunakan pesawat jet untuk melakukan perjalanan menggunakan udara. Suasana di pesawat sangat begitu santai. Ketinggian pesawatnya pun hanya sepertiga dari pesawat jet selama ini kita tumpangi.
IMG_4687
Dengan ketinggian yang begitu pendek. Pesawat ini bisa melewati di antara dua lembah gunung atau pegunungan di Flores. Jadi, dari atas pesawat ini kita bisa dengan jelas melihat indahnya pegunungan-pegunungan. Melihat orang-orang yang tinggal di lereng Gunung Meja. Melihat sungai yang indah berwarna hijau diantara dua pegunungan.
Tak terasa pesawat kecil sudah mau mendarat di Bandara Ende. Landing sangat bagus sebagus take off-nya. Tiba di bandara ini, saya langsung disuguhi dengan keindahan Gunung Meja, Ende. Gunung Meja terlihat  begitu jelas.
IMG_4697
Patung Bung Karno menghadap Pohon Sukun
Saya dan tim langsung berbagi tugas untuk melakukan survey hotel. Tugas survey ini membuat saya harus mengelilingi sudut kota Ende ini. karena tugas survey, saya jadi tahu sedikit banyak tata kota di Ende ini. Tata kotanya begitu bagus dan rapi. Mungkin karena ini dulu pernah menjadi tempat pengasingan Bung Karno.
Lima Butir Pancasila dan Pohon Sukun
IMG_4695
Pohon Sukun di bawah Pohon inilah bung karno melahirkan butir-butir Pancasila (pohon ini sudah diganti beberapa kali)
“TAMAN RENUNGAN BUNG KARNO” kata itulah yang tertulis di papan nama Taman Renungan bung Karno. Letaknya berapa di Tengah Kota Ende dan langsung menghadap ke Laut. Di taman perenungan Bung Karno ini sebuah patung Bung Karno yang menghadap ke sebuah pohon Sukun. Pohon Sukun itulah yang menjadi saksi perenungan Bung Karno selama dalam masa pengasingan. Bung Karno dibuang ke Ende pada tahun 1934-1938.
Selama dalam masa pengasingan itu Bung Karno tinggal dalam suatu rumah yang letaknya tidak jauh dari taman perenungan ini. hampir setiap sore hari, Bung Karno ke pantai, merenung dan membaca di bawah pohon sukun. Pohon Sukun waktu itu mempunyai lima Cabang/dahan. Dari hasil perenungan Bung Karno di bawah pohon sukun itulah lahirlah Pancasila dengan lima silanya.
Untuk mengenang Bung Karno dibangunlah sebuah patung Bung Karno. Di bawah patung ini tertulis prasasti “ DI KOTA INI KUTEMUKAN LIMA BUTIR MUTIARA, DI BAWAH SUKUN INI PULA KURENUNGKAN NILAI-NILAI LUHUR PANCASILA” Sehingga ditetapkanlah kabupaten Ende ini menjadi Kabupaten lahirnya Pancasila sebagai Dasar Negara.
IMG_4703
Berikut ini saya kutipkan tweet dari Gunawan Muhammad, saat lahirnya Pancasila pada tahun 2013.
  1. Bung Karno dibuang ke Ende, Flores, 1934 – 1938, waktu berusia 35. Di sana menulis a.l. “Surat-surat Islam”: Pandangannya tentang pembaruan tafsir
  2. Menurut cerita Ignas Kleden, eseis terkenal itu, di pengasingannya Bung Karno berteman dengan pastor2 Katolik Belanda yang mendukungnya
  3. Di Ende, ditemani istrinya waktu itu, Inggit Garnasih, dan mertuanya, Bung Karno tinggal di satu rumah kecil. Ibu mertua wafat disana
  4. Hampir tiap sore, Bung Karno ke pantai, membaca di bawah sebatang pohon sukun. Mungkin di sana ia memikirkan dasar persatuan Negara.
  5. Kini di tempat itu dipasang patung bung Karno duduk di bangku menghadap laut. Karya perupa Hanafi. Taman didesain arsitek Andra Matin
  6. Tempat itu beberapa menit berjalan kaki dari rumah kediaman yang kecil itu – yang juga direnovasi oleh arsitek Andra matin
  7. Kelak kementerian Dikbud akan memugar petilasan lain dari bung Karno di Ende. A.l ruang tempat Bung Karno mementaskan karyanya
  8. Saya termasuk yang ingin agar hari Lahir Pancasila secara resmi dirayakan tiap tahun di Ende – bagian dari sejarah kebangsaan Indonesia.
itulah tweet gunawan Muhammad yang kutipkan di tulisan ini.
Setelah dari “Taman Perenungan Bung Karno”, saya pun pergi ke rumah pengasingan Bung Karno yang tidak jauh dari sini. Sayang seribu sayang, rumah pengasingan Bung Karno sedang direhab.
Rumah Penahanan Bung Karno di Ende
Rumah Penahanan Bung Karno di Ende